MARI SAMBUT MUSIM LIGA 2017/2018 BERSAMA BANDAR BOLA TERPERCAYA DAN PROFESIONAL NOMOR WAHID DI INDONESIA: WWW.HL8INDONESIA.COM! ADA BANYAK PROMONYA!

Semalam Seharian di Kuala Lumpur

kl sentral malaysia
Salah satu sudut penampakan KL Sentral di Kuala Lumpur.
Setelah menceritakan sekilas tentang KLIA 2, sekarang kami akan menceritakan sedikit tentang kota Kuala Lumpur. Menurut kami jika dari KLIA 2 langsung ke Genting Highland Resort kurang pas. Sebab di Genting sebenarnya tidak ada apa-apa kecuali sebuah tempat wisata di puncak bukit. Kalau Anda tahu yang namanya Puncak di Bogor atau Tretes di Malang, kurang lebih sama. Hanya saja ini lebih tinggi, lebih bagus dan lebih ajaib dengan fasilitas yang cukup keren.

Kalau pikiran kita cepat-cepat ke sana lalu mau berjam-jam main kasino rasanya bikin capek. Belum tentu menang juga. Menang sekitar MYR 300 - 700 mungkin bisa tetapi apakah benar-benar ingin beranjak sebelum ludes lagi? Mencari uang mengandalkan datang langsung ke kasino bukan pilihan brilian di era digital saat ini. Tetapi kalau sambil berekreasi jalan-jalan ya okelah. Saat ini boleh dibilang semua bentuk taruhan entah itu togel, forex, indeks, transaksi finansial, bola atau kasino bisa dilakukan lewat komputer. Salah satunya dengan mendaftar di 188BET. Nanti kita akan cerita soal Genting Highland ini. Sekarang kita bicarakan Kuala Lumpur dulu.


Kata orang Kuala Lumpur bisa bikin bosan. Ini benar adanya. Sebab kota ini sangatlah kecil dibandingkan kota Jakarta. Muter-muter lama-lama ya itu-itu juga. Satu minggu di Kuala Lumpur sudah lebih dari cukup karena pada dasarnya tempat wisatanya mirip-mirip Jakarta. Paling banter kita ke mal atau museum. Mal di mana-mana ya itu-itu juga. Tempat makan, ngopi, belanja-belanja habisin duit, nonton, ngobrol ngalor ngidul soal cewek, prediksi bola, masa depan, masalah keluarga, masalah bisnis, dsb. Benar-benar bikin bosan jika terus-terusan ke mal. 

Yang membedakan Kuala Lumpur dengan semua kota di Indonesia adalah tatakotanya yang lebih rapi dan teratur. Mungkin warisan budaya Inggris ikut berpengaruh terhadap kemajuan Malaysia dibandingkan Indonesia yang mewarisi budaya jajahan Belanda. Pada masa penjajahan Belanda dulu, kita suka diadu domba dengan politik divide et impera. Hasilnya sampai sekarang masih terasa di mana kita masih saling curiga entah itu atas dasar suku, agama, partai politik, kepentingan pribadi, kebodohan, dsb. Di Aceh orang Aceh memusuhi orang Jawa, di Kalimantan orang Dayak memusuhi orang Madura, di Bali orang Bali mencurigai orang Jawa karena sering meneror bom, dsb. 

Contoh lain misalnya Ahok dari etnis Cina yang menjadi gubernur DKI Jakarta. Banyak yang menolak dengan dasar warisan divide et impera berbalut agama, dsb. Padahal patokan agama sejati sebenarnya adalah benar melawan salah, baik melawan jahat. Memilih yang bersih dibandingkan yang kotor. Ini tidak! Kalau mau berpikir cerdas kita biarkan saja Pak Ahok membereskan Jakarta. Toh tidak selamanya seseorang memimpin ibukota. Ini sama saja seperti kita mengupah seseorang membesarkan perusahaan kita. Misalnya ada orang bule yang hebat dan bisa membesarkan perusahaan kita, apakah karena dia bule lalu kita tolak? Ini bodoh sekali! Sama saja membiarkan perusahaan kita kalah bersaing. Gitu aja kok repot? Lagian belum tentu kita yang menolaknya jauh lebih hebat dan mampu. Kalau mampu tentu saja Pak Ahok tidak akan menjadi gubernur seperti sekarang ini. 

Bagi kami siapapun jadi presiden atau gubernurnya sama saja selama dia mampu dan tidak korupsi. Mau si A atau si B sama saja karena toh hidup kita tidak akan ada perubahan. Apakah kalau Jokowi jadi presiden lantas kita yang jadi pegawai kantor otomatis jadi direktur? Tukang cukur tetap saja mencukur, tukang beras tetap saja jualan beras bukannya jualan emas. Lalu mengapa dipusingkan soal urusan memilih pemimpin? Jangan mau dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk kepentingan mereka.

KL Sentral

KL Sentral itu semacam pusat transportasi di Kuala Lumpur. Ya mirip stasiun Gambir di Jakarta Pusat. Hanya saja KL Sentral lebih tertata dan dikelola dengan lebih baik. Saran kami kalau mau ke mana-mana patokannya adalah KL Sentral. Maka itu paling bagus cari hotel menginap tidak jauh-jauh dari KL Sentral sebab memudahkan kita mencari transportasi publik seperti bus, kereta cepat (komuter) atau monorel. Dari sini ke mana-mana gampang bahkan harus ke Singapura sekalipun dengan naik bus karena memang menjadi pusat transportasi.

Pudu Sentral

Pudu Sentral dulu namanya Pudu Raya. Sedikit mirip KL Sentral hanya saja tidak selengkap dan semegah KL Sentral. Boleh dibilang Pudu Sentral mirip terminal bus dalam kota atau bus antar kota. Kalau dibandingkan Jakarta mungkin mirip terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur atau terminal Blok M di Jakarta Selatan. Yang membedakannya adalah Kampung Rambutan itu di pinggir kota sedangkan Pudu Sentral di pusat kota. Sedangkan perbedaannya dengan Blok M, Pudu Sentral ini lengkap semua jalur bus kota bahkan luar kotanya. Blok M hanya untuk dalam kota.

Bukit Bintang

Merupakan salah satu wilayah yang terkenal akan kehidupan malamnya. Mungkin mirip-mirip Mangga Besar di Jakarta namun tidak seheboh Jakarta. Di sini kita bisa menemukan banyak tempat makan minum kaki-5, restoran, hotel, tempat nongkrong, tempat belanja, mal, dsb. Menginap di kawasan ini juga bisa dijadikan alternatif sebab banyak hotel atau motel murah. Dari Bukit Bintang ini juga mudah ke mana-mana sebab bisa menggunakan monorel di mana nama stasiun tempat kita turun adalah IMBI.

Ada banyak mal atau tempat berbelanja di Bukit Bintang. Boleh dibilang surga belanja ada di daerah ini. Salah satunya misalnya Berjaya Times Square yang merupakan salah satu mal terbesar dan tertua di Kuala Lumpur. Tak jauh dari sini juga bisa ke Sungai Wang Plaza, Alor Street...bahkan berjalan kaki hingga ke Pavilion atau Pertronas juga bisa. Asal kuat jalan saja. Banyak kok yang berjalan kaki.
bukit bintang malaysia
Salah satu sudut kota daerah Bukit Bintang, Malaysia. Tampak ada monorel terkoneksi.
Alor Street

Namanya Jalan Alor. Tempat kuliner paling terkenal di Kuala Lumpur. Kanan kiri semuanya penjual makanan di mana bisa duduk makan di tepi jalan yang ramai sekali. Banyak turis atau orang bule makan di sini atau cuma ngebir. Pokoknya keren sekali. Makin malam makin ramai kecuali hujan. Kalau mau dimirip-miripkan di Indonesia mungkin mirip Kia-Kia di Jalan Kembang Jepun, Surabaya. Cuma ya itu tadi, tidak ada yang diurus dengan benar di Indonesia. Kia-Kia Surabaya pun sudah lama tutup dan tinggal kenangan meski konon Amien Rais, Aa Gym, dan banyak tokoh terkenal pernah makan di sana. Tak ada bisnis yang bisa bertahan lama di Indonesia kecuali dilakukan dengan modus KKN atau korupsi.
alor street malaysia
Suasana Alor Street masih pagi dan tampak sepi. Malam baru ramai.
Petaling Jaya

Kalau ini lebih mirip Pasar Baru di Jakarta Pusat. Tempat jualan kaki lima. Cuma hanya sebatas satu satu ruas jalan yang memiliki beberapa kelokan. Di sini juga ada beberapa hotel dengan tarif murah. Perbedaannya dengan Indonesia adalah penjualan dvd atau cd bajakan kaki-5 di Indonesia jauh lebih top markotop. Di Kuala Lumpur tidak sehebat Indonesia soal pelanggaran hak ciptanya. Luar biasa! Makanya percuma sekolahin anak-anak kita pintar-pintar hingga ke luar negeri. Ujung-ujungnya juga akan dibajak. Salah satu contoh misalnya Anda menemukan artikel-artikel bola yang mirip-mirip dengan yang kami tulis di sini. Nah itu juga copy paste dari kami. Apakah Anda mau join taruhan bola di sana? Bisa-bisa dikaburin nanti uang kita karena mentalitas awal si pengelola sudah tidak beres dari awal. Tidak bisa gaji karyawan untuk menulis sehingga menjiplak mentah-mentah tulisan orang lain. Artinya tidak punya modal berbisnis, bagaimana bisa membayar jika pemain menang?
petaling street malaysia
Petaling Street tempat jualan kaki-5 mirip Pasar Baru di Jakarta Pusat.
Menara Petronas

Petronas adalah nama perusahaan minyak nasional di Malaysia. Kalau di Indonesia adalah Pertamina. Menara Petronas merupakan ikon ibukota Malaysia karena merupakan salah satu gedung pencakar langit termodern dan tertinggi di Asia Tenggara. Di bawahnya adalah mal atau pusat berbelanja. Tak heran setiap malam atau pagi akan ada banyak orang mengambil foto di sekitar sini. Berjalan kaki ke Petronas dari beberapa wilayah di Kuala Lumpur juga memungkinkan. Banyak kok orang berjalan kaki ke sana.
menara petronas malaysia
Menara Petronas yang menjadi kebanggaan warga Malaysia.
Selain beberapa tempat yang kami sebutkan di atas, masih ada lagi misalnya Istana Negara Malaysia, Monumen Nasional, Menara Kuala Lumpur, Kuala Lumpur City Centre (KLCC), Masjid Negara, Legoland, Central Market, Taman Burung, dsb. Atau bisa juga berpindah ke luar kota seperti ke Penang, Malaka, dst. Sayangnya kami belum pernah ke sana secara khusus dan belum bisa memberikan panduan terbaru.

Menyapa Orang

Oya, satu hal yang mungkin perlu diketahui adalah memanggil atau menyapa orang. Supir taksi di sana bisa saja orang melayu, cina atau india. Sebab ketiga suku inilah yang mempersatukan Malaysia. Untuk memanggil supir taksi atau siapa saja yang lebih tua, secara umum bisa panggil "uncle" yang artinya paman. Atau bisa juga gunakan bapak atau ibu karena bahasa melayu adalah sama seperti bahasa Indonesia. Namun rata-rata untuk orang melayu kita bisa gunakan panggilan: "pak cik" untuk yang lebih tua laki-laki, sedangkan "mak cik" untuk perempuan yang lebih tua. Untuk etnis cina bisa memanggil "uncle" untuk yang laki-laki dan "aunty" untuk yang perempuan. Kalau untuk orang india belum begitu paham mesti dipanggil apa yang lebih akrab. Mungkin bisa meniru panggilan Upin Ipin yang ada di film barangkali.
 
Share on Google Plus

About Ika Putri

Hai football lovers! Nama saya Ika Putri, duta promosi situs Prediksi Bola Profesional - Bandar dan Agen Judi Bola Online Terpercaya di Indonesia. Situs bola paling terkenal seputar informasi prediksi, livescore, klasemen, jadwal televisi, bursa transfer, tips dan trik, review, dsb..seputar dunia olahraga, hiburan dan taruhan online sepakbola. Dijamin seru dan lengkap deh.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...