MARI SAMBUT MUSIM LIGA 2017/2018 BERSAMA BANDAR BOLA TERPERCAYA DAN PROFESIONAL NOMOR WAHID DI INDONESIA: WWW.HL8INDONESIA.COM! ADA BANYAK PROMONYA!

Jalan-Jalan ke Malaysia

jalan jalan ke malaysia
Jalan-jalan ke Malaysia.
Satu bulan tanpa tulisan dan cerita sepakbola seperti yang kami katakan kemarin, juga karena kami sedang berliburan. Tepatnya ke negeri jiran Malaysia. Sudah pasti tidak ketinggalan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di Asia yakni Genting Highland. Jangan berpikir selalu berhubungan dengan yang namanya kasino meski di sana ada kasinonya. Kami murni berekreasi meski sempat iseng-iseng mengadu peruntungan di sana. Sebagai hadiah atau oleh-oleh selama tiga minggu vakum tersebut, inilah ulasan dari kami yang dijamin pasti menambah ilmu dan wawasan. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan rujukan bagi yang belum pernah ke Malaysia khususnya Kuala Lumpur.

Malaysia, Here We Come!

Jika sudah 2 tahun kita tidak pernah ke Kuala Lumpur, pasti akan terasa banyak perubahan bahkan sedikit membingungkan. Kemarin saja kami menemukan banyak perubahan. Mulai dari suasana dan tatakota, pembangunan MRT di Kuala Lumpur, bandara yang baru (KLIA 2) bahkan termasuk tempat liburan Genting Highland yang sedang berbenah.

Kami berangkat menggunakan pesawat Lion Air. Untuk tiket PP (pulang pergi) satu orang kurang lebih Rp 1.000.000. Lebih murah ke luar negeri daripada berliburan di dalam negeri. Berangkat dapat harga tiket sekitar Rp 380.000 dari Jakarta, sedangkan untuk pulang seharga Rp 580.000. Soal harga tiket pulang yang lebih mahal sebenarnya sudah biasa. Praktek bisnis memang selalu memberlakukan tarif demikian karena kita dipastikan membutuhkan tiket pulang. Otomatis berapapun harganya akan kita beli. Tak ubahnya seperti waktu kita mudik saat lebaran atau bagi rekan kita warga Tionghoa di acara Cen Beng alias sembahyang kubur. Waktu pulang ke kampung halaman masih terjangkau tetapi begitu arus baliknya bisa 2x lipat harga tiketnya.

Biar lebih aman dan lebih hemat, kami selalu beli tiket PP. Kami memastikan dulu kira-kira akan berlibur seberapa lama. Membeli tiket PP juga akan mencegah jika misalnya kita iseng-iseng ke kasino Genting lalu terjerembab dan kalah habis, toh masih bisa pulang ke Indo. Sebab tiket sudah kita miliki. Kurang lebih seperti itu pertimbangannya. Namun kalau kita punya banyak duit atau kartu kredit masih full limit, tentu tidak perlu dipermasalahkan. Yang harus Anda ketahui dalam membaca setiap ulasan kami adalah bahwa kami selalu menempatkan diri pada posisi bahwa kita hidup biasa-biasa saja atau uang itu susah dicari. Bagi Anda yang merasa bahwa uang itu gampang dicari atau punya orang tua koruptor, tentu tidak perlu terlalu mendengarkan saran kami. Sebab uang masih mengalir kencang ibarat kran air. Kalau kami sih, percuma bisa menghasilkan Rp 100 juta sehari sementara bisa menghabiskan Rp 105 juta. Ini sama saja bohong. Besar pasak daripada tiang.

Cukup Paspor, Tiket dan Uang Saku

Melancong ke negara-negara yang menjadi anggota ASEAN, sudah tidak membutuhkan visa. Cukup siapkan paspor, beli tiket serta sedikit uang saku. Pokoknya gampang. Uang saku ini tentu saja sudah termasuk uang menyewa kamar hotel, makan-makan, naik angkutan kota, beli oleh-oleh, dsb. Tiap orang bisa berbeda-beda kebutuhan uang sakunya. Kalau menginap di hotel mahal tentu saja semakin besar uang saku yang harus disediakan. Tetapi banyak kok hotel-hotel murah di Kuala Lumpur kurang lebih 70-90 ringgit semalam. Tentu ini hotel kelas penginapan.

Menurut kami, ke Singapore atau Malaysia tidak perlu membawa koper yang besar dan berat kecuali berkunjung ke beberapa negara sekaligus. Jangankan koper, tali pinggang serta beberapa peralatan elektronik pun bisa merepotkan. Akan diminta dicopot untuk diperiksa demi alasan keamanan. Jika terlalu banyak barang yang kita bawa ujung-ujungnya bisa menambah biaya bagasi. Koper atau tas yang memuat 3 lusin pakaian sudah lebih dari cukup apalagi jika kita berencana begitu turun dari KLIA 2 langsung ke Genting Highland. Belum tentu di Genting Highland akan mendapatkan kamar hotel. Lalu ke mana tas atau koper besar tersebut akan kita bawa? Sangat merepotkan. Memang ada loker yang bisa disewa dalam hitungan per 3 jam, tetapi ukurannya juga terbatas dan letaknya yang agak jauh dari beberapa lokasi yang mungkin ingin kita kunjungi. Kalau koper kita terlalu besar tidak akan muat. Loker tempat penyimpanan tersebut lebih cocok buat tas, bukan koper. Sebab koper susah ditekuk-tekuk.

Jangan lupa membawa sandal jepit. Kuala Lumpur sangat cocok buat dikelilingi dengan berjalan kaki. Beda 180 derajat dengan Jakarta yang macet, penuh debu dan polusi. Kuala Lumpur relatif masih segar udaranya karena memang jumlah penduduk yang lebih sedikit serta angkutan umum yang lebih bagus. Otomatis jarang orang berlomba-lomba membeli mobil seperti di Jakarta, Medan, Bandung atau Surabaya. Kalau di Indonesia semakin banyak mobil semakin merasa bangga meski harus kredit serta dikejar-kejar tukang tagih. Di Kuala Lumpur boleh dibilang model atau tampang mobil-mobil di sana sedikit kuno dibandingkan Indonesia. Taksinya pun mobil keluaran lama semua. Bukan berarti tidak ada orang kaya di sana melainkan mungkin orientasi atau achievement penduduk di sana berbeda dengan penduduk di Jakarta atau Surabaya. Ada orang yang merasa kalau punya mobil bagus baru bisa happy atau baru bisa mendapatkan pacar yang cantik. Padahal belum tentu juga demikian. Buktinya banyak pemuda bermodalkan sepeda motor namun pacarnya cantik ibarat model catwalk. Atau ada yang naik sedan mewah tetapi mukanya sedih sementara banyak yang bercanda tawa di dalam angkot atau bus kota. Lha, ini karena apa?

Saran kami, belilah sandal jepit murah dan ringan buatan China yang mirip produk Crocs. Tapi jangan beli Crocs bajakan loh. Mirip boleh asal mereknya berbeda. Tidak bagus - meski merupakan kejahatan - meniru atau melanggar hak cipta karena sama saja menyengsarakan generasi sendiri. Nanti percuma sekolahin anak kita pintar-pintar hingga ke Amerika atau Australia untuk menemukan ini dan itu toh ujung-ujungnya juga akan dibajak orang. Buat apa? Lingkaran setan. Menurut kami beli sandal atau sepatu tidak perlu mahal-mahal karena untuk diinjak-injak bahkan bisa menginjak kotoran anjing. Asal nyaman dipakai dan terlihat keren, sudah lebih dari cukup. Mengikuti tren atau biar dipuja-puja orang tidak akan pernah ada habisnya. Ini masuk perangkap permainan psikologis manusia (gengsi) atau masuk perangkap orang-orang marketing.

Bersambung.....
 
Share on Google Plus

About Ika Putri

Hai football lovers! Nama saya Ika Putri, duta promosi situs Prediksi Bola Profesional - Bandar dan Agen Judi Bola Online Terpercaya di Indonesia. Situs bola paling terkenal seputar informasi prediksi, livescore, klasemen, jadwal televisi, bursa transfer, tips dan trik, review, dsb..seputar dunia olahraga, hiburan dan taruhan online sepakbola. Dijamin seru dan lengkap deh.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...