MARI SAMBUT MUSIM LIGA 2017/2018 BERSAMA BANDAR BOLA TERPERCAYA DAN PROFESIONAL NOMOR WAHID DI INDONESIA: WWW.HL8INDONESIA.COM! ADA BANYAK PROMONYA!

Pengertian Mafia Bola atau Bola Mafia

Mafia bola atau bola mafia itu riil namun tidak semua laga atau liga bisa dimasuki mereka. Meski demikian harus kita awasi dan waspadai agar tidak masuk perangkap.
Kegagalan bisa terjadi bukan hanya salah memilih agen bola terbaik atau keliru memprediksi, melainkan memilih laga pertandingan yang sudah dikuasai oleh "mafia bola" atau "bola mafia". Kami rasa Anda pasti pernah mendengar hal ini. Sebutan "mafia" tidak terlepas dari dunia taruhan bola itu sendiri. Jangankan di bola, di kehidupan sehari-hari juga banyak mafianya. Mafia pengadilan, mafia tanah, mafia politik, mafia bbm (bahan bakar minyak), mafia gedung dewan (DPR), makelar kasus, mafia di permainan saham, dsb. Semua itu mafia!

Sering kita mendengar atau ada orang yang bilang begini,
"Bola banyak mafianya."
"Bola tidak bisa menang karena ada permainan mafianya.."
"Mau menang bola ikuti cara berpikir mafia."

Bla...bla...bla... dsb.

Apakah benar? Kalau benar di mana letak kebenarannya? Kalau salah, terus mengapa ada anggapan seperti itu? Apa sebenarnya arti atau pengertian dari mafia bola atau bola mafia itu sendiri? Seperti apa kemungkinan permainan yang bisa dilakukan dan apa tujuan atau sasarannya? Berikut adalah sedikit gambaran yang menurut kami harus Anda pertimbangkan.


Mafia bola atau bola mafia adalah sebuah istilah yang merujuk pada hasil pertandingan sebuah laga sepakbola. Jika skor akhirnya sudah diatur sedemikian rupa, maka itulah mafia bola. Tentu saja kasat mata namun benar-benar sudah diatur sedemikian rupa. Entah hasilnya seri, tuan rumah menang atau tim tamu menang. Klub mana yang harus mengalah, pemain mana yang harus menerima kartu merah, menit ke berapa harus terjadi tendangan penalti, dsb...semuanya sudah diatur dengan cantik dan cerdik. Penonton pasti tidak bakalan tahu.

Kita ambil sebuah ilustrasi sederhana. Misalnya laga antara klub AC Milan vs Torino. Secara kasat mata semua orang pasti akan memilih AC Milan sebab merupakan klub terkenal. Jika tanpa voor (leg-legan), dengan merem semua petaruh pasti memilih AC Milan. Namun hasil akhir laga tersebut ternyata AC Milan kalah telak misalnya skor 0 - 1. Sangat tidak masuk di akal bukan? Bagaimana mungkin klub kuat bisa kalah dari klub lemah? Kurang lebih seperti itulah gambaran kasar soal permainan mafia.

Berbicara soal mafia bola memang tidak terlepas dari apa yang disebut handicap dan nilai odds pasaran bola itu sendiri. Namun agar bisa mendapatkan esensi gambaran yang mendasar, kita harus memisahkan semuanya itu dulu. Anggap saja pertandingan tersebut murni tanpa uang kei (odds), tanpa voor dan tanda handicap. Jadi murni laga tanpa taruhan. Perhatikan 3 pertandingan di bawah ini:

Barcelona  vs Almeria
Norwich City vs Chelsea
Bayern Munchen vs Freiburg

Hitungan kasar di atas kertas, semua orang (tak mesti bettor) pasti tahu memilih klub mana. Anak kecil pun tahu yakni memilih klub bertanda merah yakni Barca, Chelsea dan Munchen. Mengapa? Karena ketiga klub tersebut adalah klub papan atas dan kaya raya. Mereka bisa merekrut dan membeli banyak pemain-pemain kelas dunia yang mahal-mahal. Beli mahal-mahal tujuannya apa? Sudah pasti harus menang sehingga mendapatkan tropi dan hadiah besar termasuk sponsorship, hak siar, merchandise, dsb. Untuk contoh di atas: dua tim berada di posisi kandang dan satu di posisi tandang

Tetapi konyolnya, hasil akhir ketiga laga tersebut belum tentu semuanya dimenangkan oleh tim-tim papan atas. Bisa hasilnya draw atau bahkan kalah. Kok bisa kalah atau hasilnya seimbang? Inilah yang disebut ada unsur mafia yang mengatur hasil akhirnya. Sekali lagi itu hanya ilustrasi saja. Dalam prakteknya bisa saja ada faktor lain. Namun jika klub terkenal lalu kalah dari klub ecek-ecek kemungkinan memang ada permainan mafia bola.

Sedikit Catatan Tambahan

Tidak selalu jika sebuah laga yang mempertemukan klub papan atas vs klub papan bawah di mana klub papan bawah menang berarti ada mafianya. Tidak! Kalah menang sebuah klub masih dipengaruhi banyak faktor yang beberapa di antaranya adalah:
  1. Ada pemain inti cedera dan belum pulih. Dengan demikian tidak full team diturunkan sehingga hasilnya tidak maksimal.
  2. Ada pertandingan yang jauh lebih bergengsi 2-3 hari atau seminggu kemudian. Otomatis bukan pemain inti yang diturunkan melainkan pemain lapis dua. Misalnya laga UEFA Champions, UEFA Eropa atau CUP, dsb.
  3. Sang pelatih atau manajer mencoba format susunan pemain terbaru. Biasanya di awal musim liga apalagi jika seorang manajer baru yang baru dipilih. 
Kita harus profesional dan berimbang memberikan penilaian. Banyak orang begitu kalah bola lalu bilang bola ada mafianya, namun giliran menang tak pernah keluar dari mulutnya ucapan tersebut. Sungguh aneh! Seolah-olah melempar kesalahan dan kegagalan kepada orang lain. Padahal pilihan probabilitas bola hanya 2  yakni: atas/bawah, tuan rumah/tamu, over/under. Siapa yang menyuruh harus memegang satu posisi tersebut? Kita sendiri bukan?

Mafia bola tidak bermain di semua liga, tidak bercokol di semua klub dan tidak bisa masuk di semua laga. Mafia bola menyusup di pertandingan-pertandingan tertentu di mana mereka bisa meraup untung. Beberapa gejala atau taktik yang sering dimainkan para mafia bola antara lain:
  1. Sengaja melanggar (tackling) lawan untuk mendapatkan kartu merah sekaligus penalti. Tujuannya agar tim lawan menambah atau mencetak skor jika belum ada gol sama sekali.
  2. Melakukan gol bunuh diri tanpa sengaja. Padahal disengaja sebab sudah dibayar.
  3. Tendangan sengaja diplesetkan padahal sudah di depan gawang tanpa halangan.
  4. Menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti seolah-olah tanpa sengaja.
  5. Wasit memihak dan mudah memberikan kartu kuning, kartu merah atau bahkan penalti kepada salah satu tim.
  6. Tim yang sudah dapat kartu merah tetapi masih bisa mencetak banyak gol dan menang.
  7. Tim kuat sengaja hanya menang 1 bola atau menahan seri padahal mereka bisa mencetak lebih dari itu. Hasilnya sudah pasti petaruh kalah tetapi tim tersebut masih menang. Misalnya voor adalah 2,5 tetapi skor hanya menang 1 bola. Tim tersebut mendapatkan 3 poin sementara petaruh gigit jari.
  8. Dsb..
Keuntungan Mafia Bola

Mafia bola jelas mencari keuntungan. Kalau tidak ada untung, buat apa mafia bola bermain? Mafia bola tidak mengejar keuntungan dari para petaruh melainkan mengejar keuntungan dari bandar bola. Kita harus tahu hal ini. Makanya bandar bola ada yang lebih berhati-hati membuka pasaran bola atau menutup sebuah laga jika terlihat ada yang ganjil. Salah satunya adalah SBOBET. Makanya pasaran bola SBOBET lebih sedikit dan cepat menghilang dengan tulisan "odds not available" padahal laga baru berjalan sekian menit. Ini artinya SBOBET merasakan ada yang ganjil sehingga laga tersebut dikunci dengan cepat daripada jebol. Selain itu pembatasan nilai taruhan bet di beberapa bandar bola misalnya maksimal Rp 25 juta adalah untuk berjaga-jaga dari hal ini juga.

Jika kebetulan banyak petaruh kalah, itu artinya mafia bola menyedot uang laga tersebut lewat bandar. Mafia bola pasti memegang tim lawan banyak petaruh tersebut. Jadi amatlah keliru jika dikatakan bahwa bandar bola adalah mafianya. Omong kosong! Bandar bola hanya berfungsi sebagai perantara atau broker. Bandar bola sudah mendapatkan komisinya terlepas siapa yang menang dan siapa yang kalah dari perputaran uang yang ada. Kami sudah membahasnya di artikel posisi bandar bola.

Mafia bola bisa menyusup di semua tempat (klub, official, organisasi sepakbola, pelatih, pemain inti, pemain cadangan, pemilik klub, regulator, dsb.) bahkan juga bisa bekerja sama dengan bandar bola. Sangatlah kompleks. Bahkan mafia bola juga bisa bisa bekerjasama dengan kedua tim yang sedang berlaga. Sebab jika hanya "bermain mata" dengan satu tim saja kemungkinan besar tujuan mereka bisa tidak tercapai. Jadi harus dua tim yang mereka atur sehingga skor pertandingan akan berakhir sedemikian rupa.

Kasus mafia bola terbaru yang kita ketahui dan terbongkar yang melibatkan orang Singapura adalah pengaturan skor. Justru yang mereka hajar adalah bandar bola baik yang ada di Asia, Eropa atau Amerika. Mereka sengaja mengatur skor akhir di setiap laga pertandingan untuk bisa memanen banyak uang dari taruhan menebak skor. Menebak skor ini nilainya paling fantastis. Terlalu banyak probabilitasnya. Namun buktinya mafia bola Singapore ini berhasil menggondol triliunan rupiah selama puluhan tahun. Luar biasa!

Tugas kita adalah bertaruh dan mencari laga-laga yang bagus. Tidak perlu takut dengan yang namanya mafia bola. Bila perlu jika sebuah laga terbaca ada mafianya, kita ikuti pola pikir mafia bola tersebut. Mereka menang, kita pasti menang. Mereka untung, kita pun keciprat keuntungan. Hanya orang-orang yang bermental pengecut yang takut dengan namanya "mafia bola" atau kalau kalah bertaruh menyalahkan orang lain. Bagaimana?
 
Share on Google Plus

About Ika Putri

Hai football lovers! Nama saya Ika Putri, duta promosi situs Prediksi Bola Profesional - Bandar dan Agen Judi Bola Online Terpercaya di Indonesia. Situs bola paling terkenal seputar informasi prediksi, livescore, klasemen, jadwal televisi, bursa transfer, tips dan trik, review, dsb..seputar dunia olahraga, hiburan dan taruhan online sepakbola. Dijamin seru dan lengkap deh.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...