MARI SAMBUT MUSIM LIGA 2017/2018 BERSAMA BANDAR BOLA TERPERCAYA DAN PROFESIONAL NOMOR WAHID DI INDONESIA: WWW.HL8INDONESIA.COM! ADA BANYAK PROMONYA!

Melacak Penipuan Tips Prediksi Bola

Bisnis tipster bola lahan basah.
Ketika berbicara taruhan sportsbook terutama sepakbola, tentu kita mengenal yang namanya tips atau tipster. Benarkah tips-tips yang diperjualbelikan tersebut benar-benar kompeten dan valid untuk memenangkan laga pertandingan tersebut? Apakah benar jika seorang bettor yang membeli atau memesan tips dipastikan untung? Jika untung, di manakah letak keuntungannya? Jika tidak menang mengapa banyak orang yang ingin membelinya? Berikut adalah ulasan lengkap soal jasa prediksi ala tipster tersebut.


Beranikah kita membeli sebuah tips seharga Rp 20 juta atau bahkan lebih? Jika untuk satu laga saja sedemikian mahal, bagaimana jika ada 10 laga dalam satu malam? Tentu menjadi lahan bisnis yang bisa memanen banyak uang. Itu hanya untuk satu pembeli. Bagaimana jika ada ribuan pembeli dari seluruh dunia? Misalnya dari Asia, Eropa, Australia, Afrika, dsb. Sangat-sangat menggiurkan. Makanya muncul banyak sekali tawarannya di internet bahkan diiklankan lewat google adwords. Ada yang mengklaim pengalaman 20 tahun, ada yang mengklaim return on investment (ROI) di atas 200%, dsb.

Pertanyaan pertama: mengapa harga tips taruhan bola bisa sedemikian mahal? Jawabannya adalah karena memprediksi bola bukanlah perkara mudah. Tidak bisa sembarangan menyebut apalagi berdasarkan feeling. Kalau hanya sembarang menyebut itu artinya tebak menebak. Itu bukan kerjaan tipster. Tipster adalah mereka yang fokus menghabiskan banyak waktu untuk mengamati sebuah liga atau hanya sebuah klub saja. Mereka memang spesialis menganalisa dan memiliki banyak berkas atau dokumen pendukung. Jadi wajar mahal karena ini bicara kerja keras dan bisnis.

Gagal? Kami Ganti Gratis!

Mahal tidak menjadi soal jika tepat dan oke punya. Sayangnya karena saking mahalnya tentu tidak dianjurkan kepada mereka yang baru saja terjun ke taruhan bola ini. Tidak mungkin cuma bet Rp 200.000 per laga kita mau membeli tips Rp 5 juta. Ini namanya tekor! Tidak logis! Bagaimana jika kita bertaruh katakanlah Rp 100 juta per laga dan ada yang menjual tips seharga Rp 10 juta? Kalau tembus dan oke, masih untung Rp 90 juta. Hajarrr! Bisa cepat jadi milyarder.

Masalahnya adalah: benarkah tips-tips tersebut manjur? Kalau meleset bagaimana?

Meski tidak ada garansi 100% tepat dan tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang bisa menjamin 100% prediksinya tepat, namun istilah "mengganti prediksi" terlihat aneh dan konyol. Kalau begitu polanya, bukankah semua orang bisa? Kalau meleset tinggal ganti saja prediksi berikutnya secara gratis. Kalau meleset lagi, ganti lagi, ganti lagi, ganti lagi. Nah ujung-ujungnya sudah pasti ada yang menang. Di sinilah pola permainan prediksi manipulatif!
"Jika gagal maka kami ganti dengan prediksi gratis di hari berikutnya."
Jika kalimat yang dipergunakan demikian, semua orang bisa berbisnis tipster. Toh kalau gagal tinggal diganti. Gampang kan? Masa gagal terus? Pilih saja laga-laga klub papan atas seperti Juventus, Chelsea, Munchen, Madrid, PSG, dsb. Salah satu dari mereka pasti akan menang. Selesai! Uang pun masuk kantong.

Celakanya, bagi pembeli tips jika masih percaya pola tawaran seperti ini, harus menggunakan jurus melipat taruhan. Kalau tidak, pasti tekor. Contohnya seperti di bawah ini. Kita lupakan dulu nilai kei yang ada.

100 <== bet 1
200 <== bet 2
400 <== bet 3
800 <== bet 4
1.500 <== total modal diperlukan

Yang di atas adalah teknik melipat yang sudah dikenal dalam ilmu taruhan atau spekulasi bidang apapun. Kalau umpama sebuah tips senilai 50 maka di posisi bet pertama gagal, kita sudah kehilangan 100. Karena tips diganti alias tidak perlu membayar maka jika bet ke-2 lolos, kita menang 100 (200-100). Sekarang tinggal dikurangi uang pembelian tips, maka masih untung 50. Kurang lebih seperti itu.

Tetapi jika tidak melipat misalnya dibet dengan jumlah tetap:

100 <== bet 1
100 <== bet 2
100 <== bet 3
100 <== bet 4
400 <=== total modal diperlukan

Maka setiap kali ada yang gagal alias meleset kita sudah rugi uang tips. Kerugian ini bertambah jika tips meleset 2x berturut-turut. Misalnya contoh bet 1 dan 2 gagal, kita sudah rugi 200 + 50 uang tips menjadi 250. Nah, kalau bet ke-3 tips gratis dan menang, kita cuma menang 100. Masih rugi 150. Sangat tidak rasional bukan?

Yang jadi masalahnya adalah jika menggunakan jurus melipat, membutuhkan modal lebih besar bahkan sangat besar tergantung target yang ingin dicapai. Bandingkan antara yang pertama modalnya 1.500 sedangkan yang kedua cukup 400. Bagaimana sekarang? Jadi harus lebih pintar menyeleksi dan perlu kalkulasi atau teknik.

Tips Berbayar atau  Gratis?

Tidak ada makan siang gratis. Kita juga harus mengakui hal ini. Jangan pernah berharap bahwa orang-orang akan memberikan tips secara gratis selamanya. Sebuah prediksi yang paling sederhana pun minimal butuh sebuah koran atau tabloid olahraga yang dibeli dengan uang. Apalagi jika dihubungkan dengan akses internet, waktu, pikiran, dsb. Semuanya butuh biaya dan modal. Jadi tipster berbayar adalah sebuah hal yang wajar dan logis.

Yang jadi masalahnya adalah teknik mengganti prediksi yang gagal dengan prediksi baru hingga menang bukanlah begitu caranya. Itu terlalu manipulatif dan semua orang bisa melakukannya. Apalagi jika diminta membayar sejumlah uang yang mahal. Lalu bagaimana logis dan masuk akalnya sebuah jasa tipster?

Menurut analisa dan penelusuran kami, yang masih logis adalah tawaran yang mengganti kerugian sekian persen jika tips tersebut gagal. Misalnya diganti 25% atau 50% dari uang pembelian tips. Maksudnya? Begini:

Misalnya harga sebuat tips adalah Rp 1 juta, maka jika meleset si tipster akan mengembalikan uang kita berikut bunganya sebagai jaminan. Kalau itu 25% maka dikembalikan Rp 1.250.000, jika itu 50% maka dikembalikan Rp 1.500.000. Tentu saja kita sebagai pembeli tips akan lebih yakin. Kalau tips yang diberikan abal-abal atau sembarangan, tentu si penyedia jasa tipster bisa bangkrut. Semoga dimengerti. Anda lebih suka pilih yang mana? Yang mengganti prediksi berikutnya gratis atau yang membayar ganti rugi?

Masalahnya adalah: kadang kita tidak bisa memastikan apakah sebuah layanan tipster cukup profesional atau masih manipulatif. Meski mengganti sejumlah uang atas tips yang gagal, tetap saja bisa dimanipulasi. Contohnya begini:

Katakanlah laga UEFA England U17 vs Netherland U17. Harga masing-masing tips adalah Rp 1 juta. Jika ada 20 pembeli tips, tipster bisa menyuruh 10 orang memegang England dan sisanya memegang Netherland. Pasti ada yang gagal dan ada yang menang.

Katakanlah nilai pengganti adalah 50%. Berapa keuntungan dari bisnis tipster manipulatif seperti ini? Yang menang menyumbang Rp 10 juta. Tinggal dikurangi 50% dari yang kalah (500.000 x 10 = 5.000.000). Jadi ujung-ujungnya masih untung Rp 5 juta. Luar biasa. Ibarat peramal togel, yang satu disuruh pasang genap dan satunya lagi disuruh pasang ganjil. Selalu ada yang memberikan komisi.

Sungguh manipulatif dan kita harus dewasa mencernanya. Di internet banyak sekali penipuan-penipuan kecil seperti ini. Bukan cuma soal prediksi bola dan togel saja melainkan jual beli di sejumlah forum atau iklan baris.

Kriteria Tipster Profesional

Tipster profesional bisa mengenakan biaya (tidak gratis). Harap ingat baik-baik. Karena semua butuh modal dan waktu. Jika ada yang memberikannya gratis maka itu adalah anugerah atau sukarela.

Tipster profesional tidak menggaransi 100% lolos. Dunia taruhan bola bukan matematika 1 + 1 = 2. Ada banyak sekali faktornya. Kalau menilai klub/tim yang menang gampang tetapi ketika diperhadapkan dengan handicap maka bisa lain lagi ceritanya. Menilai tipster tidak boleh berdasarkan 1 - 2 laga saja tetapi harus secara keseluruhan (global). Biasanya minimal 20 laga. Baru ketahuan berapa persentase lolos dan keuntungannya. Jika total lolos di atas 70% maka boleh dikatakan sudah top markotop.

Tipster yang profesional tidak selalu hadir setiap hari bahkan dalam setiap laga dan liga. Jika dilihat tidak ada celah atau peluang maka seringkali tips tidak diberikan daripada mengorbankan uang member. Karena memang tidak memungkinkan dengan hasil analisa yang ada. Yang menjanjikan setiap laga atau setiap hari pasti ada tips maka terlalu bernyali. Jangan sampai nanti ujung-ujungnya mengganti tips ke hari berikutnya sampai tembus.

Tipster yang profesional memberikan tips di semua liga dan laga jika memang menemukan peluang untuk itu. Tidak terbatas pada bola cacing (liga-liga tidak terkenal) saja. Kalau terbatas pada liga tidak terkenal maka itu sudah menjadi bagian dari jaringan mafia bola. Kalau bola cacing sudah pasti ada permainannya. Makanya seringkali kita lihat tips justru untuk pertandingan tertentu yang kadang tidak terkenal. Itu berbahaya!

Tipster profesional tidak membatasi jumlah bet membernya. Apa hubungannya dengan nilai bet yang ingin dipasang membernya? Kalau yang membatasi itu pasti gak beres. Makanya jangan pernah percaya jika ada tipster yang membatasi bertaruh di atas sekian rupiah atau dollar. Jika melebihi maka akan kalah. Omong kosong! Mungkin saja sang tipster takut orang menang lebih banyak dari biaya membeli tips.

Tipster profesional harus bisa menunjukkan tips-tipsnya agar diujicoba sebelum dibeli oleh pemain (bettor). Hal ini jarang ditemukan. Dalam satu hari terutama weekend (Sabtu - Minggu) bisa ada ratusan laga pertandingan. Jika ada yang bagus, masa memberikan ujicoba gratis satu saja tidak rela? Lain halnya jika memang tidak ditemukan hasil analisanya. Tetapi minimal yang profesional memberikan ujicoba prediksi mereka. Namun kalau kita ingin terus mendapatkan yang gratis, sungguh tidak bijak juga.

Semoga bermanfaat!

Share on Google Plus

About Ika Putri

Hai football lovers! Nama saya Ika Putri, duta promosi situs Prediksi Bola Profesional - Bandar dan Agen Judi Bola Online Terpercaya di Indonesia. Situs bola paling terkenal seputar informasi prediksi, livescore, klasemen, jadwal televisi, bursa transfer, tips dan trik, review, dsb..seputar dunia olahraga, hiburan dan taruhan online sepakbola. Dijamin seru dan lengkap deh.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...