MARI SAMBUT MUSIM LIGA 2017/2018 BERSAMA BANDAR BOLA TERPERCAYA DAN PROFESIONAL NOMOR WAHID DI INDONESIA: WWW.HL8INDONESIA.COM! ADA BANYAK PROMONYA!

Arti Offside di Pertandingan Sepakbola

Seorang hakim garis akan mengacungkan bendera jika terjadi offside. Biasanya diacungkan lurus ke depan sejajar garis offside.
Berikutnya setelah istilah hat trick dan live score, yang juga sering kita dengar adalah istilah "offside" atau "off-side". Lalu apa maksud dan arti sebenarnya? Berikut di bawah ini akan kami jelaskan secara sederhana.

Boleh dikatakan bahwa hampir di semua laga pertandingan akan terjadi apa yang dinamakan "offside" ini. Offside adalah posisi di mana seorang pemain lebih dekat ke gawang lawan dari pemain tim lawan itu sendiri. Biar lebih gampang coba amati gambar ilustrasi offside yang kami berikan di bawah ini. Laga antara tim biru dan tim merah.

Anda perhatikan pergerakan pemain tim biru. Ada yang sangat mendekati gawang tim merah bukan? Nah, pemain tim biru ini sudah di luar posisi. Jika satu temannya yang sedang menguasai bola (bulatan putih) mengoper ke pemain tim biru ini, maka sudah pasti akan terjadi offside. Mengapa akan terjadi offside? Karena dianggap pemain tim biru itu berbuat curang, sudah menunggu di depan gawang tanpa perlawanan. Garis hitam putus-putus itu adalah semacam batasannya meski tidak terlihat dan batasan ini ada di kedua sisi lapangan. Biasanya hakim garis yang berdiri di sisi garis ini, berlari mondar mandir melihat ada tidaknya pelanggaran offside. Ada minimal 2 hakim garis yang berdiri di tiap-tiap sisi lapangan atau tiap tim.

Kriteria terjadinya offside 

Tidak selalu berarti kalau ada pemain tim lawan yang berdiri dekat gawang akan terjadi offide. Ada 2 alasan atau petunjuk spesifik yang mengarah terjadinya offside. Kedua alasan ini harus berhubungan.
  1. Ada operan bola mendahului semua pemain.
  2. Posisi salah satu pemain lebih dekat ke gawang lawan dibandingkan pemain tim lawan itu sendiri.
Posisi salah satu pemain dari tim biru ada di posisi offside karena berada paling dekat ke gawang dari pemain tim merah. Namun di posisi ini hakim garis belum akan mengibarkan bendera. Begitu bola lambung dioper, otomatis hakim garis akan melambaikan bendera pertanda offside.
Salah satu contoh offside lainnya. Anda bisa lihat posisi tim merah ada pemain yang mendahului tim biru. Begitu bola dioper otomatis menjadi offside.
Posisi pemain bernomor punggung 10 sudah berada di posisi offside karena mendahului semua pemain tim biru. Begitu pemain bernomor punggung 11 mengoper bola otomatis terjadi offside.
Tanpa ada 2 syarat yang disebutkan di atas maka tidak akan pernah terjadi pelanggaran offside. Jadi yang pertama perlu diketahui adalah harus ada operan bola. Selama tidak ada operan bola maka tidak akan pernah ada offside. Seorang pemain boleh berdiri atau menunggu di dekat gawang lawan. Sah-sah saja selama tidak ada operan bola. Namun begitu bola sudah dioper otomatis menjadi offside. Ibaratnya si pemain sedang menunggu durian jatuh atau main belakang. Enak gak ya main dari belakang?..hehe

Namun sebaliknya offside tidak terjadi jika bola tersebut bukan umpanan langsung (operan) melainkan dribel (dikocek langsung si pemain). Jika kejadiannya seperti ini bukanlah offside meski si pemain sudah berhasil melewati semua pemain lawan. Karena bola dibawa langsung oleh si pemain dari jauh. Jika terjadi offside maka bola menjadi milik kiper tim lawan dan selanjutnya dilakukan tendangan gawang.


Share on Google Plus

About Ika Putri

Hai football lovers! Nama saya Ika Putri, duta promosi situs Prediksi Bola Profesional - Bandar dan Agen Judi Bola Online Terpercaya di Indonesia. Situs bola paling terkenal seputar informasi prediksi, livescore, klasemen, jadwal televisi, bursa transfer, tips dan trik, review, dsb..seputar dunia olahraga, hiburan dan taruhan online sepakbola. Dijamin seru dan lengkap deh.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...