MULAI JANUARI 2015, BLOG PREDIKSI BOLA PROFESIONAL AKAN MELUNCURKAN BLOG BARU DAN HANYA UNTUK MEMBER SAJA. BIAYA MENJADI MEMBER CUKUP RP 2 JUTA SEKALI SEUMUR HIDUP. TERBATAS HANYA UNTUK 100 MEMBER. KAMI AKAN MENGUPAS ILMU PALING HOT TANPA DITUTUP-TUTUPI TERMASUK SUREBET, PICK MYOOD, PICK BY ODDS, BETTING SYSTEM. PENDAFTARAN AJUKAN KE: prediksiprofesional@yahoo.com.

Kamis, 18 Desember 2014

Sekilas Casino Genting Highland Malaysia

genting casino malaysia
Genting Casino Malaysia.
Kasino Genting atau yang dikenal dengan sebutan "Genting the Casino" merupakan salah satu tempat hiburan di kawasan Genting Highland Resorts Malaysia yang berisi semua bentuk permainan judi atau taruhan. Sebenarnya tidak semua bentuk tetapi kurang lebih cukup lengkaplah bagi yang suka mengadu nasib. Ada permainan menggunakan dadu, kartu remi, mesin putar, mesin komputer, dsb. Tetapi harus diketahui bahwa merek atau brand Genting Casino juga ada di Eropa. Jadi tidak serta merta kalau orang bilang Genting Casino itu merujuk ke Malaysia kecuali mungkin jika dikatakan oleh orang Asia.

Berikut di bawah ini adalah sedikit ulasan tentang Genting Casino yang ada di Malaysia berdasarkan pengalaman terakhir kami satu bulan yang lalu.

Kasino Genting di Malaysia

Pada awal pembukaan, kasino ini termasuk salah satu yang paling megah dan keren di Asia terutama Asia Tenggara. Maklum saat itu belum ada kasino resmi lainnya. Istilahnya belum ada tandingannya. Seiring waktu, Singapura mulai membangun dan meresmikan kasino legal mereka, serta menjamurnya kasino online terutama yang dipopulerkan oleh grup SBOBET yang berpusat di First Cagayan, Filipina untuk wilayah operasional di Asia. Secara otomatis pamor Genting semakin menurun. Hanya pemain-pemain yang gaptek yang masih harus bersusah payah menyeberang langit untuk bermain judi. Menurut kami ada beberapa faktor lainnya yang membuat Genting Casino semakin turun pamornya:
  1. Hadirnya beberapa kasino resmi atau bayangan di kawasan ASEAN. Salah satunya yang resmi adalah Singapura (Marina Bay Sands dan Sentosa). Sedangkan yang tidak resmi bisa di kawasan perbatasan Vietnam, Kamboja, Thailand atau Filipina. 
  2. Menjamurnya kasino online. Ini membawa dampak yang sangat signifikan. Jadi kalau hanya untuk bertaruh tidak meski ke kasino tetapi cukup di layar komputer. Kecuali yang benar-benar ingin rekreasi sekaligus atau gaptek.
  3. Singapura menawarkan konsep kasino yang jauh lebih keren dan bagus. Selain bentuk bangunannya, juga sejumlah syarat yang membuat pengunjung merasa lebih nyaman dan senang. Tampak beda sekali dibandingkan Genting. Tapi hal ini bisa kita maklumi dari sisi bisnis atau servis sebab pendatang baru selalu harus lebih baik dari yang sudah ada jika ingin sukses.
  4. Kalau kita anggap target pangsa pasar kasino-kasino tersebut mengincar warna negara Indonesia (WNI), secara umum penjudi Indonesia lebih suka ke Singapura dibandingkan ke Malaysia apalagi Genting Highland. Mengapa? Jarak penerbangan Jakarta - Singapura jauh lebih cepat atau setidaknya lebih nyaman dibandingkan ke Kuala Lumpur. Sebab ke kasino Genting masih harus menempuh perjalanan setidaknya 1 jam dari pusat kota. Ini jelas bikin malas dan capek. Kalau dulu sebelum ada kasino di Singapura, "mau tidak mau", kata orang "ya harus ke Genting."
  5. Skyway yang menjadi penghubung ke kawasan Genting Highland bagi sebagian orang justru menakutkan. Apalagi usia skyway semakin tua sejak dioperasikan. Namanya orang hanya ingin berjudi jadi sebisa mungkin memilih tempat yang relatif nyaman dan aman.
Menurut kami kurang lebih itulah beberapa alasannya setelah melihat perkembangan kasino ini sebulan yang lalu. Sekarang tampak sangat kumuh, suram, jelek bahkan tidaklah menarik. Bagi yang belum pernah masuk jangan pernah membayangkan seperti di film-film Las Vegas atau iklan-iklannya di website. Dulu mungkin iya tetapi tidak untuk sekarang. Juga tidak seketat dulu yang harus menunjukkan paspor, dsb. Tentu saja di tiap-tiap pintu masuk masih dijaga petugas sekuriti. Kalau soal ramai masih cukup ramai meski tidak semeriah dulu lagi. Beda loh antara ramai dan meriah.

Suasana Kasino Genting

Sekali lagi ingin kami tekankan, membahas soal kasino ini bukan supaya Anda datang ke kasino, bermain lalu kalah habis akhirnya memukuli isteri atau menyandera anak kecil. Kami hanya berbagi pengalaman dan ilmu pengetahuan. Kami juga mengemasnya dalam tulisan jurnalistik supaya mudah dicerna. Sambil makan siang atau bersantai di meja kerja, dengan android di tangan, Anda bisa membaca kisah kami di sini dengan baik dan semoga terhibur. Di mana lagi bisa mendapatkan semua artikel yang bermutu selain di sini?

Tidak semua orang yang masuk ke kasino Genting adalah tukang judi. Tentu saja anak-anak kecil dilarang masuk. Pasti ditolak oleh petugas dan mudah dikenali dari tinggi badan atau rupa wajah. Wajah-wajah pengunjung di sana rata-rata dari warga keturunan China (80%), India (10%), sisanya Melayu, Filipina, Korea, Bule, dsb. Etnis China ini pun sulit dibedakan dari negara mana. Menurut kami tidak semuanya orang Indonesia. Kalau ada yang berkata kebanyakan orang Indonesia itu mungkin kebetulan saja yang duduk di samping kanan kirinya orang Indonesia. Banyak warna Malaysia sendiri bahkan banyak yang benar-benar dari Cungkok. Ini hanya menurut pantauan kami sebab yang datang bisa berbeda-beda tergantung waktu dan musim liburannya.

Mengapa kami bisa berkata bahwa tidak semua orang yang masuk ke kasino adalah tukang judi? Pertama karena memang tidak ada larangan untuk masuk ke sana kecuali anak di bawah umur serta mungkin warga asli Malaysia yang beragama islam. Siapa saja boleh masuk meski hanya untuk melihat-lihat. Kedua, karena memang tidak semua orang yang di sana bermain judi. Ada yang berkeliling melihat-lihat terutama anak muda. Mungkin pengalamannya pertama ke kasino. Ada juga yang ingin minuman gratis. Di sana disediakan milo, teh manis, kopi, air putih, dsb..secara gratis. Tetapi rasanya tidak enak-enak juga. Daripada beli mungkin tentu lebih hemat masuk tinggal minum. Toh gratis dan di luar mahal-mahal.

Yang sedikit bikin kasino Genting terasa semakin tidak menarik adalah lebih banyak encek-encek dan encim-encim yang bermain di sana. Maksudnya orang-orang lanjut usia di atas 55 tahun ke atas. Jadi seolah-olah gimana gitu. Bagi kita yang berjiwa muda rasanya sulit untuk melampiaskan ambisi untuk menang banyak dengan euforia seperti ini. Apalagi di meja rolet. Para lanjut usia ini memasang taruhan bertumpuk-tumpuk yang sekali menang juga bertumpuk-tumpuk dan akhirnya melayang ludes juga.
suasana genting kasino
Iklan Genting Kasino sewaktu opening. Kami ambil dari website resmi mereka. Yang dimainkan adalah slot. Tampak tersenyum tetapi sebenarnya bisa menangis. Jangan bayangkan kondisinya keren dan semeriah ini.
Entering The Gate

Kasino di Genting bisa dimasuki dari mana saja sebab ada beberapa pintu masuk. Berhubung banyak tempat yang direnovasi pada saat kami datang, agak kesulitan menjelaskannya. Yang pastinya di indoor Theme Park yang ada patung liberty ada pintunya juga. Di setiap pintu masuk akan ada tulisan Genting Casino serta petugas yang berjaga. Namun itu kasino biasa saja. Kebanyakan adalah mesin-mesin slot lawan komputer. Sejak kapan manusia bisa menang melawan komputer?

Kalau mau merasakan suasana ramai yang kami katakan, harus mencari Monte Carlo. Ikuti saja orang-orang yang berjalan ke sana ke mari terutama om-om, tante-tante atau bapak-bapak dan ibu-ibu dengan catatan tidak membawa atau menggandeng putra-putri mereka. Kalau yang membawa anak pasti tamasya dan tidak akan masuk kasino. Toh anak kecil memang dilarang masuk.

Ada kasino namanya Monte Carlo. Untuk mencapai kasino ini juga harus melewati kasino lainnya yang biasanya penuh dengan asap rokok. Boleh dibilang Monte Carlo itu sedikit lebih berkelas sebab tidak boleh merokok. Padahal di dalamnya ya tidak beda-beda amat kecuali mungkin nilai taruhannya. Bukankah yang penting kita menang? Lumayan luas mulai dari masuk hingga ujung Monte Carlo ini.

Sebelum Masuk Kasino

Sebenarnya bukan sebelum masuk kasino, melainkan sewaktu kita menginjakkan kaki di sana. Pada saat kita sudah sampai di Genting Resorts entah itu lewat kereta gantung (skyway) atau turun di lobby hotel naik kendaraan, adalah bagus untuk mendaftarkan diri menjadi member Genting Resort. Apalagi jika benar-benar ingin mencoba kasino tentulah wajib. Keuntungannya apa? Sudah pasti setiap kali kita bertransaksi di sana menggunakan kartu member, kita bisa mengumpulkan poin. Misalnya pada saat belanja, makan, dsb. Tinggal ditanyakan apakah menggunakan kartu member mendapatkan poin (can I use this card?). Maksud penggunaan kartu bukan untuk redeem hadiah melainkan untuk mengumpulkan poin. Untuk redeem hadiah juga bisa dan akan kami jelaskan di bawah. Poin buat apa? Ya bisa buat ditukar hadiah sesuai promo nantinya.

Bagaimana caranya menjadi member? Silakan datang ke bagian pelayanan pembuatan member Genting Club Card. Lokasinya sudah dijelaskan karena kami benar-benar lupa. Sebab terlalu luas naik turun memutar ke mana-mana dan banyak renovasi yang bikin bingung. Intinya cari konter yang biasanya dijaga oleh 3 atau 4 orang petugas (laki-laki dan perempuan) berseragam kayak teller bank. Kalau tidak salah dekat pintu masuk kasino Monte Carlo ada. Letaknya agak ke pojok. Tapi jangan di kasino atau lobby hotel ya sebab lobby hotel itu resepsionis hotel dan yang kasino itu untuk menukar koin jadi uang kontan. Cara cerdiknya adalah melihat kalau ada yang menyetorkan paspor mereka, nah mungkin di sana tempat pembuatan member card ini.

Pembuatan member card adalah gratis dan sekejap. Cukup serahkan paspor dan tanda tangan formulir setelah diisi seadanya. Setelah itu petugas akan mengambil foto wajah kita yang akan muncul di kartu member tersebut. Untuk tahap awal semua member akan mendapatkan kartu berwarna merah yang disebut kartu klasik (classic). Kartu ini bisa diupgrade menjadi silver, gold, platinum, dst. Tempat upgradenya bukan lagi di tempat pertama kita bikin melainkan konter khusus lagi. Kalau tidak salah dekat "International Room". Di sana ada kursi semacam ruang tunggu dan ramai sekali.

Semua Penjudi Berburu Kartu Member

Pada awalnya semua akan mendapatkan kartu member klasik (merah). Bisa dinaikkan lagi menjadi silver, gold dan platinum. Makin berkelas kartunya makin banyak tawaran fasilitas dan poin. Ya mirip kartu kreditlah. Nah, bagaimana supaya kita bisa naik kelas kartu member ini? Ada syaratnya yakni banyak berbelanja, menginap di hotel, bermain kasino, dsb. Otomatis akan mengumpulkan poin. 

Salah satu cara paling cepat menaikkan status kartu adalah bermain di kasino. Makanya tak heran jika masuk kasino dan menyaksikan permainan yang ada akan menemukan orang-orang melemparkan kartunya sebelum bermain atau di tengah permainan. Supaya apa? Supaya digesek lalu diberikan poin oleh dealer atau manajer yang sedang bertugas. Poin yang banyak akan membuat status kartu menjadi naik. Tentu saja setelah poinnya cukup kartu itu harus diupgrade ke konter yang sudah kami ceritakan di atas. Nanti kartunya diganti atau dibuatkan yang baru.

Dengan jenis kartu yang lebih keren minimal gold, seorang baru diizinkan masuk kasino berikutnya yang dinamakan "International Room". Memang ada sebuah ruangan kasino khusus yang kelasnya lebih keren dan bonafid. Jadi tidak semua orang boleh masuk. Kalau kita yang baru pertama kali datang tentu tidak diizinkan karena kartunya masih klasik (merah). Yang boleh masuk dianggap benar-benar penjudi yang banyak duit atau loyal. Belum lagi misalnya kasino khusus VIP atau VVIP di mana hanya orang-orang tertentu yang diundang atau bisa juga mendaftakan diri menjadi anggota dengan syarat harus berani membayar mahal atau bermain dengan nilai nominal tertentu. Bentuk koinnya bukan lagi bulat melainkan persegi.

Bagaimana caranya upgrade dari klasik ke gold? Sudah pasti harus mengumpulkan poin kasino (GP) setidaknya minimal 200 GP. Dalam kartu kita kalau tidak salah ada 2 jenis poin yakni RP (Resort Poin atau Reward Poin) dan GP (Genting Poin). Untuk lebih jelas silakan merujuk ke website Genting di http://www.rwgenting.com. RP adalah poin yang didapatkan dari transaksi selain kasino seperti berbelanja, tiket pertunjukan, makan-makan, nonton, dll. GP adalah poin dari bermain kasino. Setiap kali bermain entah itu kalah atau menang, kita akan mendapatkan poin. Dilihat dari jenis permainan dan besarnya taruhan kita. Makin besar meja taruhan yang kita pilih makin besar poin yang diberikan. Makin kalah banyak makin besar poinnya juga. Tergantung manajer yang bertugas karena mereka memang memantau kita.

Cara Main di Kasino Genting

Kami tidak akan menjelaskan jenis-jenis permainan seperti bakarat, rolet, tasiau, blackjack, dsb. Kami hanya jelaskan prosedur bermain saja. Pada dasarnya semua orang boleh masuk kecuali anak kecil atau warga Malaysia yang beragama islam.

Pada saat masuk, jika tertarik di sebuah permainan atau meja, kita bisa ikut bermain dengan cara menukarkan uang dengan koin. Tukarnya bukan ke loket melainkan langsung di meja yang kita inginkan. Tinggal lemparkan uang kita atau taruh di samping dekat petugas berikut kartu member kita. Nanti si petugas akan menghitungnya sambil disorot dengan lampu ultra violet memastikan keaslian ringgit yang kita bawa. Jika oke, akan diberikan koin sesuai keinginan kita. Besarnya nilai koin tergantung meja yang kita pilih. 

Kalau rolet mungkin koin paling kecil nilainya adalah 1 ringgit. Jadi kita bisa tukarkan uang yang hendak kita pasang misalnya 100 ringgit. Akan mendapatkan 100 koin. Tinggal kita sebut saja mau koin berapa. Untuk rolet atau tasiau (dadu besar/kecil) dan ingin koin paling kecil supaya bisa dipasang di banyak posisi, tinggal kita bilang "colour" atau warna. Nanti akan diberikan koin berwarna. Tiap pemain akan mendapatkan atau menggunakan warna berbeda supaya tidak salah ambil atau berantem saling klaim menang. Jika satu sisi meja sudah penuh warna yang dipergunakan otomatis tidak adalagi warna koin yang bisa diberikan maka pemain dianjurkan bermain di meja lainnya. 

Mungkin perlu diketahui khusus meja sicbo (koprok dadu/besar kecil) meski mendapatkan koin berwarna, tetap saja tidak boleh memasang di sisi lainnya. Meja tasiau ada dua sisi yakni kanan dan kiri. Kalau kita tukar koin berwarna di sebelah kiri maka mainnya harus di sebelah kiri. Kalau tukarnya di sebelah kanan, maka harus memasang taruhannya di sebelah kanan. Tidak boleh pindah jalan ke sana ke mari sebab masing-masing meja ada pemainnya yang menggunakan warna yang sama. Jangan sampai ribut dan itu dilarang keras.

Nilai Tukar Koin Terkecil?

Berapa nilai tukar koin paling kecil? Setidaknya mungkin 25 ringgit. Tapi apa tidak malu nukarnya cuma 25 ringgit? Setidaknya tukarlah 100 ringgit. Saran kami, setidaknya baru melemparkan kartu member jika menukar minimal 300 atau 500 ringgit. Kalau di bawah itu sebenarnya tidak dilarang tetapi bisa saja tidak digubris atau tidak dimasukkan poinnya. Menukar 500 ringgit dan bermain di meja tersebut setidaknya akan mendapatkan 5 GP. Makin lama main makin besar GP-nya. Terlepas kita menang atau kalah. Kadang faktor mood dari manajer juga berpengaruh.

Kalau tidak ingin bermain dengan koin-koin kecil (colour) tinggal kita bilang misalnya "ten" untuk koin bernilai 10, "twenty-five" untuk koin 25 atau "one hundred" untuk koin bernilai 100. Kalau bisa bahasa mandarin ya pakai saja bahasa mandarin karena rata-rata petugasnya mengerti. Bahasa melayu juga bisa sih tetapi akan ketahuan kita dari Indonesia. Kalau kalah kan bikin malu dianggap datang jauh-jauh sumbang duit buat mereka.

"Give me ten" atau "Give me twenty five". Ini artinya kita mau tukar pecahan koin senilai 10 ringgit atau 25 ringgit.
contoh koin kasino genting
Contoh koin kasino.

Besarnya koin atau nilai taruhan tergantung meja yang dipilih. Untuk baccarat atau black jack paling kecil setidaknya 100 ringgit. Tentu saja ada yang 50 ringgit tergantung mejanya. Sedangkan untuk permainan lain ada yang minimal 10 ringgit atau 20 ringgit tergantung ketentuan masing-masing meja. Bisa dilihat dari semacam papan atau pengumuman. Untuk pecahan koin 25, 50, 100 dan 500 karena warnanya sama otomatis bisa dibawa berkeliling ke meja manapun untuk bermain. Jika pas lagi suek di meja tasiau, bisa cabut main ke bakarat, rolet, dsb. Jadi tidak perlu lagi mondar mandir tukar koin. Koin 25, 50, 100 dan 500 tersebut sama di semua meja. Kecuali warnanya berbeda atau dari kasino yang kelasnya berbeda yang mengeluarkan koin berbeda seperti bentuk persegi, dsb. Yang perlu kita awasi adalah taruhan kita jangan sampai diklaim punya orang. Rasanya juga susah diklaim sebab di atas langit-langit bangunan kasino ada ribuan pasang mata kamera intai. Semua orang diawasi.

Bagaimana jika ingin udahan? Tinggal cabut saja. Semua koin yang ada di tangan bisa kita tukar di loket khusus. Di loket-loket itulah koin ini dikembalikan menjadi duit kontan ringgit Malaysia. Bagaimana jika menang banyak dan besar jumlahnya? Bisa saja kita ambil kontan atau meminta cek lalu kita setorkan ke loket bank yang tersedia. Loket bank agak jauh dan mungkin sulit dicari tetapi ada. Kita pasti akan menemukan loket bank ini jika sering memutar-mutar. Biasanya adalah MayBank serta CIMB. Kalau kita punya rekening BII MayBank atau CIMB Niaga bisa dipergunakan. Otomatis ditransfer langsung ke rekening kita di Indonesia. Tetapi berapa sih menang banyak itu? Lain lagi jika mereka yang masuk ke kasino VIP atau VVIP. Mungkin ada perlakukan khusus jika menang banyak.

Tiga Mesin Kartu

Member card selain berfungsi mengumpulkan poin (RP dan GP), juga bisa digunakan untuk menarik uang kontan. Loh kok bisa? Uangnya dari mana? Tentu saja dari hasil menang di kasino. Lalu tarik tunainya di mana? Ya di mesin khusus kartu member. Di Genting Kasino setidaknya ada 3 jenis mesin yang mirip dengan mesin ATM selain mesin check-in check out hotel. Letaknya bisa di mana saja atau bisa juga di dalam kasino.
  1. Mesin ATM itu sendiri
  2. Mesin menukar hadiah untuk kartu member
  3. Mesin tarik tunai kartu member
jenis kartu member genting highland
Jenis-jenis kartu member Genting Resorts Worlds. Untuk lebih jelas kunjungi situs resminya.
Mesin ATM sudah pasti tahu. Bisa tarik tunai entah pakai kartu debit atau kartu kredit. Mesin penukar hadiah adalah mesin buat anggota (member) di mana untuk mendapatkan voucher hadiah, dsb. Ada banyak tawaran hadiah mulai dari makan minum gratis, nonton, tiket skyway, kamar hotel gratis, dsb. Sedangkan mesin tarik tunai adalah untuk menarik uang kontan sebagai member.

Sekarang kami akan menjelaskan bagaimana kartu member bisa punya saldo untuk menarik tunai. Pada saat misalnya kita bermain di slot (komputer/dingdong) atau permainan online (layar monitor), sudah pasti kita akan memasukkan uang kontan terlebih dulu. Kalau di Indonesia seperti kita beli minuman yang ada di bandara atau halte busway TransJakarta dengan cara memasukkan uang kertas. Nah, uang itu akan diubah menjadi poin. Pada saat kita main, kita juga diharapkan memasukkan kartu member. Sudah pasti sebelumnya harus mengubah passwordnya.

Pada saat kita memasukkan kartu inilah poin dicatat dan dipindahkan ke kartu kita. Hasil kemenangan atau sisa poin yang belum dihabiskan inilah yang akan ditampung di kartu member tersebut. Jadi kalau menang banyak tinggal kita cairkan yakni dengan langsung ke mesin tarik tunai ini. Kurang lebih seperti itu.

Kurang lebih seperti itulah penjelasan kami tentang kasino Genting Highland. Tentu saja masih banyak yang belum bisa kami telusuri dan bagikan karena untuk menulis semuanya secara detil membutuhkan banyak waktu dan daya ingat yang kuat. Kami bukan reporter atau wartawan yang ditugaskan untuk meliput kawasan liburan satu ini. Kami murni pelancong yang mengandalkan daya ingat untuk menulis cerita. Untuk pengalaman-pengalaman masuk ke kasino VIP atau VVIP mereka tentu saja kami belum pernah. Namun gambaran kasarnya ya kurang lebih seperti itu. Mungkin hanya berbeda di fasilitas, nilai taruhan atau suasananya saja.
 

Selasa, 16 Desember 2014

Tempat Wisata Genting Highland Resorts

genting highland worlds resort
Kawasan Genting Highland World Resorts dari atas udara. Yang paling depan sebelah kanan berwarna-warni adalah First World Hotel.
Dari Kuala Lumpur sekarang kita akan menuju salah satu tempat wisata paling terkenal di Malaysia yakni Genting Highland Resort. Biasa sering disebut "Genting". Artikel ini akan mengulas tentang tempat wisata ini. Tentu saja hanya sekilas dan semampu kami sebab sudah banyak ditulis orang. Artikel berikutnya adalah tentang kasinonya. Semoga bermanfaat terutama bagi yang belum pernah pergi atau berencana berliburan ke sana.

Genting Highland Resorts World

Genting Highland sesuai namanya berarti di puncak bukit. Memang benar sebab kawasan ini ada di puncak bukit atau gunung. Nama gugusan pegunungan ini adalah Titiwangsa. Kalau merujuk pada informasi dari Wikipedia, kawasan ini berada kurang lebih 2000 meter di atas permukaan laut. Benar-benar sangat tinggi. Untuk mencapai puncak resort, membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam dengan bus atau kendaraan lain dari pusat kota Kuala Lumpur. Jalanan berkelok-kelok seperti ke Puncak - Bogor atau Tretes - Malang. Yang terlihat adalah pohon-pohon, jurang dan gunung. Hawanya pun mulai terasa dingin terutama di musim hujan. Jangan lupa membawa jaket atau pakaian yang lebih tebal.

Ada banyak cara menuju Genting. Selain membawa kendaraan pribadi, bisa naik taksi atau bus khusus ke Genting. Taksi sudah pasti tidak pakai argo lagi melainkan borongan. Paling murah mungkin sekitar MYR 150 atau MYR 180. Kalikan saja dengan 3.600. Kurang lebih Rp 500.000. Kalau rombongan 4 orang mungkin masih oke. Namun kalau arah pulang ke Kuala Lumpur ada taksi yang dijalankan secara patungan. Artinya jika penumpang sudah 4 orang akan berangkat. Mirip naik angkutan bemo di beberapa ruas jalan di Jakarta.

Kalau arah ke Genting tinggal pilih taksi eksekutif yang bentuknya seperti mini van. Taksi di Kuala Lumpur ada yang tipe sedang dan mini van. Kalau yang mini van sedikit mirip kia karnival atau kijang innova hanya saja lebih kecil. Jadi bisa patungan dengan tempat duduk yang lebih longgar. Meski demikian tidak semua supir taksi bersedia untuk naik ke sana. Enggak tahu alasannya kenapa dan mungkin salah satunya dianggap mengantar orang berjudi. Padahal ke Genting bukan soal judi melulu. Banyak kok yang tidak berjudi main ke sana.

Bus ke Genting Highland

Naik bus banyak dipilih orang sebab lebih hemat atau murah. Bus ke Genting selalu ada tulisan "Go Genting" dan biasanya berwarna merah. Dioperasionalkan oleh perusahaan Genting Bhd. Bisa naik dari stasiun Pudu Sentral atau KL Sentral. Soal kursi sudah dicantumin di tiket jadi tidak perlu berebutan tempat duduk seperti di Indonesia. Untuk mencapai kedua stasiun ini (Pudu Sentral atau KL Sentral) juga gampang bisa naik taksi dari hotel tempat kita menginap atau naik monorel. Kalau pas dekat tinggal berjalan kaki saja.
bus go genting
Penampakan bus khusus ke Genting Highland.
Tiket yang kita beli sudah include fasilitas skyway. Apa itu skyway? Semacam kereta gantung. Jadi kita akan disuguhkan semacam rekreasi naik kereta gantung. Mungkin memang sudah dirancang demikian dari awal untuk hiburan dan liburan. Konon katanya sering dijadikan tempat atau sarana bunuh diri bagi yang kalah judi atau mungkin untuk menakut-nakuti orang untuk tidak berjudi di sana sebab harus melewati rintangan dan jalan berliku. Tak tahulah karena tidak ada informasi tentang orang yang kalah judi lalu loncat dari skyway. Kalaupun ada mungkin dirahasiakan atau sulit ditemukan jasadnya. Lagian skyway dioperasionalkan secara mekanis yang tentu saja sulit dibuka pintunya. Menurut kami skyway memang bagian dari jalur rekreasi.

Apakah cukup tinggi? Sudah jelas. Bahkan puncaknya Genting Highland Resort bisa seolah-olah tertutup awan laksana negeri Sun Go Kong. Tentu saja agar bisa melihatnya harus duduk di posisi depan skyway. Waktu tempuh skyway kurang lebih 20 menit. Paling cepat di dunia dan jalur paling panjang di Asia Tenggara untuk saat ini. Luar biasa! Boleh dibilang Genting Highland merupakan salah satu keajaiban dunia rekreasi di mana manusia bisa membuat semuanya terjadi. Butuh puluhan tahun untuk mewujudkannya.

Bagi yang takut ketinggian bisa memilih alternatif naik taksi dari Kuala Lumpur. Jadi langsung sampai ke sana tanpa perlu naik kereta gantung. Bagi yang terlanjur naik bus lalu takut naik skyway, bisa nyambung taksi di pemberhentian skyway. Tentu saja bayar lagi. Saran kami naik saja cobain minimal sekali lagian belum tentu juga kita akan kembali lagi ke sana. Alih-alih pengalaman sekali seumur hidup. Kalau naiknya malam tidak begitu seram sebab sudah tidak terlihat jurang. Kalau pagi ya sport jantunglah.
Salah satu penampakan jalur skyway. Sangat tinggi bukan?
kereta gantung genting malaysia
Berkabut layaknya negeri Sun Go Kong. Paling bagus view menghadap ke depan.
Hotel Dengan Kamar Terbanyak Tanpa AC

Hotel First World yang berwarna-warni di kawasan Genting Highland merupakan salah satu hotel dengan jumlah kamar terbanyak di dunia. Kalau tidak salah jumlah kamarnya sekitar 6.100 kamar dan menjadi hotel terbesar ke empat di dunia hingga saat ini dari sisi jumlah kamar. Pada saat selesai dibangun bahkan menduduki ranking terbesar ke-2 di dunia. Amazing! Yang bikin takjub adalah hotel ini sama sekali tidak memiliki penyejuk AC. Maklum karena memang berada di puncak bukit yang sudah dingin.

Meski jumlah kamarnya yang begitu banyak belum lagi hotel-hotel lainnya yang juga tersedia di kawasan ini, seringkali kalau kita datang lalu ingin menginap, tidak akan pernah dapat kamar. Apalagi jika ingin memesan kamar tipe standar yang cuma berisi kamar mandi sempit, televisi, dua tempat tidur. Ini semacam permainan yang akan kami jelaskan di artikel mendatang. Jadi saran kami pastikan sudah punya kamar baik itu lewat booking online atau beli vouchernya yang juga banyak dijual orang. Yang lebih aneh, semua situs booking hotel online banyak yang tidak melayani kamar-kamar hotel di Gentings World Resorts ini. Tetapi tenang Kawan, kami akan mengajarkan Anda untuk mendapatkan penginapan ini secara gratis di artikel berikutnya.

Theme Park, Tempat Bermain Anak-Anak

Saat ini Genting sedang melakukan pembangunan dan renovasi besar-besaran. Theme Park yang biasa bisa dinikmati saat ini sedang dibangun ulang untuk mewujudkan wisata ala Hollywood atau Twentieth Century Fox. Tahun 2016 diharapkan sudah selesai dan bisa dioperasionalkan. Dengan demikian bisa menjadi hiburan anak dan keluarga yang semakin semarak. Kalau saat ini paling kita hanya bisa menikmati hiburan indoor dengan berbagai atraksinya layaknya seperti Trans Studio di Bandung atau Makassar. Hanya saja ini jauh lebih lengkap dan bagus. Pokoknya saat ini Indonesia ketinggalan dari Malaysia dalam beberapa bidang kecuali mungkin praktek korupsinya. Bukan tidak nasionalis tetapi kita bicara fakta untuk mencambuk diri sendiri supaya tidak tertinggal.
indoor theme park genting
Salah satu sudut wahana rekreasi indoor yang ada di Genting Resorts, Malaysia.
Berjalan-jalan di kawasan ini bisa sangat membingungkan bagi yang baru pertama kali datang. Namun kalau sudah biasa pasti tahu jalannya. Semua terkoneksi baik ke hotel, restoran, bioskop, tempat bermain anak-anak atau kasino. Pas turun skyway kita akan berjalan lurus samping kanan kiri ada kedai makanan minuman. Jalan lurus akan menemukan hotel yang namanya Maxims. Kita naik eskalator dua kali dan akan menemukan pintu masuk ke kasino. Pas di belakang eskalator tersebut ada loker tempat menyimpan barang serta mesin ATM atau mesin khusus Genting Card poin. Kalau mau menyimpan barang bawaan untuk sementara bisa menggunakan loker di sini. Tinggal siapkan beberapa lembar pecahan ringgit. Masukkan satu per satu dan tidak boleh tertekuk. Kalau gagal atau terlambat maka uang ditelan dan tidak akan dikembalikan. Selain itu juga menggunakan timing sehingga tidak boleh terlambat memasukkan duitnya. Bisa koin atau kertas. Saran kami gunakan pecahan kertas MYR 5 atau MYR 10 biar memudahkan. Sebenarnya masih banyak loker di tempat lain hanya saja agak jauh mencarinya. Makanya kami katakan dari awal akan sangat merepotkan jika membawa koper besar-besar apalagi naik bus. Kalau naik taksi langsung akan turun di lobby hotel di mana bisa langsung cek in dan menaruh tas koper.

Setelah menyimpan barang kita di loker, kita bisa berjalan-jalan mengenali kawasan ini. Kalau tidak mau masuk ke kasino, kita bisa berjalan terus hingga ke salah satu hotel tempat kita menginap. Kebanyakan orang sih akan memilih menginap Hotel First World apalagi si tukang judi. Maklum biar irit ongkos sebab tujuannya untuk menang. Kalau kita bingung, tinggal tanya orang atau petugas sekuriti arah ke hotel. Tetapi kalau malu bertanya tinggal ikuti jalan orang saja atau lihat plang petunjuk arah. Pasti banyak yang akan ke First World Hotel ini. Nanti akan turun beberapa eksalator lagi sambil melihat kawasan ini yang sedang dibangun. Ada banyak tempat makan di sini seperti ayam goreng, nasi tim (chicken rice), mie, dsb. Harga makanan di sini cukup mahal sekitar Rp 50.000 sekali makan. Selain itu akan ngantri sebab yang makan banyak sekali. Kecuali makan di restoran-restoran ternama di mana sudah pasti jauh lebih mahal.

Oke, kami rasa cukup itu dulu. Foto-foto yang kami posting juga diambil dari internet. Banyak yang sudah mengulas kawasan rekreasi satu ini. Yang pasti, Gentings Highland World Resorts merupakan salah satu tempat wisata yang patut dikunjungi. Jika punya anak yang masih kecil-kecil, bolehlah diajak main-main ke sini menikmati budaya negara lain sehingga pikirannya terbuka dan tidak mudah dicuci otaknya yang akhirnya menjadi teroris atau radikalis yang ujung-ujungnya menyengsarakan orang tua dan keluarganya sendiri. Kalau membunuh atau ngebom orang bisa masuk surga, rasanya yang ngajarin sudah tidak akan ada lagi sebab pasti sudah ke surga duluan. Loh kok malah dia sendiri tidak ingin ke surga? Berkeliling dunialah selagi bisa. Lagian harga tiket pesawat sudah sangat murah. Keindahan alam, keajaiban manusia membangun sebuah kawasan akan membuka pikiran kita sebenarnya betapa cerdas manusia dan betapa dahsyat ciptaan Tuhan. Dunia ini benar-benar majemuk.
 

Minggu, 14 Desember 2014

Semalam Seharian di Kuala Lumpur

kl sentral malaysia
Salah satu sudut penampakan KL Sentral di Kuala Lumpur.
Setelah menceritakan sekilas tentang KLIA 2, sekarang kami akan menceritakan sedikit tentang kota Kuala Lumpur. Menurut kami jika dari KLIA 2 langsung ke Genting Highland Resort kurang pas. Sebab di Genting sebenarnya tidak ada apa-apa kecuali sebuah tempat wisata di puncak bukit. Kalau Anda tahu yang namanya Puncak di Bogor atau Tretes di Malang, kurang lebih sama. Hanya saja ini lebih tinggi, lebih bagus dan lebih ajaib dengan fasilitas yang cukup keren.

Kalau pikiran kita cepat-cepat ke sana lalu mau berjam-jam main kasino rasanya bikin capek. Belum tentu menang juga. Menang sekitar MYR 300 - 700 mungkin bisa tetapi apakah benar-benar ingin beranjak sebelum ludes lagi? Mencari uang mengandalkan datang langsung ke kasino bukan pilihan brilian di era digital saat ini. Tetapi kalau sambil berekreasi jalan-jalan ya okelah. Saat ini boleh dibilang semua bentuk taruhan entah itu togel, forex, indeks, transaksi finansial, bola atau kasino bisa dilakukan lewat komputer. Salah satunya dengan mendaftar di 188BET. Nanti kita akan cerita soal Genting Highland ini. Sekarang kita bicarakan Kuala Lumpur dulu.


Kata orang Kuala Lumpur bisa bikin bosan. Ini benar adanya. Sebab kota ini sangatlah kecil dibandingkan kota Jakarta. Muter-muter lama-lama ya itu-itu juga. Satu minggu di Kuala Lumpur sudah lebih dari cukup karena pada dasarnya tempat wisatanya mirip-mirip Jakarta. Paling banter kita ke mal atau museum. Mal di mana-mana ya itu-itu juga. Tempat makan, ngopi, belanja-belanja habisin duit, nonton, ngobrol ngalor ngidul soal cewek, prediksi bola, masa depan, masalah keluarga, masalah bisnis, dsb. Benar-benar bikin bosan jika terus-terusan ke mal. 

Yang membedakan Kuala Lumpur dengan semua kota di Indonesia adalah tatakotanya yang lebih rapi dan teratur. Mungkin warisan budaya Inggris ikut berpengaruh terhadap kemajuan Malaysia dibandingkan Indonesia yang mewarisi budaya jajahan Belanda. Pada masa penjajahan Belanda dulu, kita suka diadu domba dengan politik divide et impera. Hasilnya sampai sekarang masih terasa di mana kita masih saling curiga entah itu atas dasar suku, agama, partai politik, kepentingan pribadi, kebodohan, dsb. Di Aceh orang Aceh memusuhi orang Jawa, di Kalimantan orang Dayak memusuhi orang Madura, di Bali orang Bali mencurigai orang Jawa karena sering meneror bom, dsb. 

Contoh lain misalnya Ahok dari etnis Cina yang menjadi gubernur DKI Jakarta. Banyak yang menolak dengan dasar warisan divide et impera berbalut agama, dsb. Padahal patokan agama sejati sebenarnya adalah benar melawan salah, baik melawan jahat. Memilih yang bersih dibandingkan yang kotor. Ini tidak! Kalau mau berpikir cerdas kita biarkan saja Pak Ahok membereskan Jakarta. Toh tidak selamanya seseorang memimpin ibukota. Ini sama saja seperti kita mengupah seseorang membesarkan perusahaan kita. Misalnya ada orang bule yang hebat dan bisa membesarkan perusahaan kita, apakah karena dia bule lalu kita tolak? Ini bodoh sekali! Sama saja membiarkan perusahaan kita kalah bersaing. Gitu aja kok repot? Lagian belum tentu kita yang menolaknya jauh lebih hebat dan mampu. Kalau mampu tentu saja Pak Ahok tidak akan menjadi gubernur seperti sekarang ini. 

Bagi kami siapapun jadi presiden atau gubernurnya sama saja selama dia mampu dan tidak korupsi. Mau si A atau si B sama saja karena toh hidup kita tidak akan ada perubahan. Apakah kalau Jokowi jadi presiden lantas kita yang jadi pegawai kantor otomatis jadi direktur? Tukang cukur tetap saja mencukur, tukang beras tetap saja jualan beras bukannya jualan emas. Lalu mengapa dipusingkan soal urusan memilih pemimpin? Jangan mau dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk kepentingan mereka.

KL Sentral

KL Sentral itu semacam pusat transportasi di Kuala Lumpur. Ya mirip stasiun Gambir di Jakarta Pusat. Hanya saja KL Sentral lebih tertata dan dikelola dengan lebih baik. Saran kami kalau mau ke mana-mana patokannya adalah KL Sentral. Maka itu paling bagus cari hotel menginap tidak jauh-jauh dari KL Sentral sebab memudahkan kita mencari transportasi publik seperti bus, kereta cepat (komuter) atau monorel. Dari sini ke mana-mana gampang bahkan harus ke Singapura sekalipun dengan naik bus karena memang menjadi pusat transportasi.

Pudu Sentral

Pudu Sentral dulu namanya Pudu Raya. Sedikit mirip KL Sentral hanya saja tidak selengkap dan semegah KL Sentral. Boleh dibilang Pudu Sentral mirip terminal bus dalam kota atau bus antar kota. Kalau dibandingkan Jakarta mungkin mirip terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur atau terminal Blok M di Jakarta Selatan. Yang membedakannya adalah Kampung Rambutan itu di pinggir kota sedangkan Pudu Sentral di pusat kota. Sedangkan perbedaannya dengan Blok M, Pudu Sentral ini lengkap semua jalur bus kota bahkan luar kotanya. Blok M hanya untuk dalam kota.

Bukit Bintang

Merupakan salah satu wilayah yang terkenal akan kehidupan malamnya. Mungkin mirip-mirip Mangga Besar di Jakarta namun tidak seheboh Jakarta. Di sini kita bisa menemukan banyak tempat makan minum kaki-5, restoran, hotel, tempat nongkrong, tempat belanja, mal, dsb. Menginap di kawasan ini juga bisa dijadikan alternatif sebab banyak hotel atau motel murah. Dari Bukit Bintang ini juga mudah ke mana-mana sebab bisa menggunakan monorel di mana nama stasiun tempat kita turun adalah IMBI.

Ada banyak mal atau tempat berbelanja di Bukit Bintang. Boleh dibilang surga belanja ada di daerah ini. Salah satunya misalnya Berjaya Times Square yang merupakan salah satu mal terbesar dan tertua di Kuala Lumpur. Tak jauh dari sini juga bisa ke Sungai Wang Plaza, Alor Street...bahkan berjalan kaki hingga ke Pavilion atau Pertronas juga bisa. Asal kuat jalan saja. Banyak kok yang berjalan kaki.
bukit bintang malaysia
Salah satu sudut kota daerah Bukit Bintang, Malaysia. Tampak ada monorel terkoneksi.
Alor Street

Namanya Jalan Alor. Tempat kuliner paling terkenal di Kuala Lumpur. Kanan kiri semuanya penjual makanan di mana bisa duduk makan di tepi jalan yang ramai sekali. Banyak turis atau orang bule makan di sini atau cuma ngebir. Pokoknya keren sekali. Makin malam makin ramai kecuali hujan. Kalau mau dimirip-miripkan di Indonesia mungkin mirip Kia-Kia di Jalan Kembang Jepun, Surabaya. Cuma ya itu tadi, tidak ada yang diurus dengan benar di Indonesia. Kia-Kia Surabaya pun sudah lama tutup dan tinggal kenangan meski konon Amien Rais, Aa Gym, dan banyak tokoh terkenal pernah makan di sana. Tak ada bisnis yang bisa bertahan lama di Indonesia kecuali dilakukan dengan modus KKN atau korupsi.
alor street malaysia
Suasana Alor Street masih pagi dan tampak sepi. Malam baru ramai.
Petaling Jaya

Kalau ini lebih mirip Pasar Baru di Jakarta Pusat. Tempat jualan kaki lima. Cuma hanya sebatas satu satu ruas jalan yang memiliki beberapa kelokan. Di sini juga ada beberapa hotel dengan tarif murah. Perbedaannya dengan Indonesia adalah penjualan dvd atau cd bajakan kaki-5 di Indonesia jauh lebih top markotop. Di Kuala Lumpur tidak sehebat Indonesia soal pelanggaran hak ciptanya. Luar biasa! Makanya percuma sekolahin anak-anak kita pintar-pintar hingga ke luar negeri. Ujung-ujungnya juga akan dibajak. Salah satu contoh misalnya Anda menemukan artikel-artikel bola yang mirip-mirip dengan yang kami tulis di sini. Nah itu juga copy paste dari kami. Apakah Anda mau join taruhan bola di sana? Bisa-bisa dikaburin nanti uang kita karena mentalitas awal si pengelola sudah tidak beres dari awal. Tidak bisa gaji karyawan untuk menulis sehingga menjiplak mentah-mentah tulisan orang lain. Artinya tidak punya modal berbisnis, bagaimana bisa membayar jika pemain menang?
petaling street malaysia
Petaling Street tempat jualan kaki-5 mirip Pasar Baru di Jakarta Pusat.
Menara Petronas

Petronas adalah nama perusahaan minyak nasional di Malaysia. Kalau di Indonesia adalah Pertamina. Menara Petronas merupakan ikon ibukota Malaysia karena merupakan salah satu gedung pencakar langit termodern dan tertinggi di Asia Tenggara. Di bawahnya adalah mal atau pusat berbelanja. Tak heran setiap malam atau pagi akan ada banyak orang mengambil foto di sekitar sini. Berjalan kaki ke Petronas dari beberapa wilayah di Kuala Lumpur juga memungkinkan. Banyak kok orang berjalan kaki ke sana.
menara petronas malaysia
Menara Petronas yang menjadi kebanggaan warga Malaysia.
Selain beberapa tempat yang kami sebutkan di atas, masih ada lagi misalnya Istana Negara Malaysia, Monumen Nasional, Menara Kuala Lumpur, Kuala Lumpur City Centre (KLCC), Masjid Negara, Legoland, Central Market, Taman Burung, dsb. Atau bisa juga berpindah ke luar kota seperti ke Penang, Malaka, dst. Sayangnya kami belum pernah ke sana secara khusus dan belum bisa memberikan panduan terbaru.

Menyapa Orang

Oya, satu hal yang mungkin perlu diketahui adalah memanggil atau menyapa orang. Supir taksi di sana bisa saja orang melayu, cina atau india. Sebab ketiga suku inilah yang mempersatukan Malaysia. Untuk memanggil supir taksi atau siapa saja yang lebih tua, secara umum bisa panggil "uncle" yang artinya paman. Atau bisa juga gunakan bapak atau ibu karena bahasa melayu adalah sama seperti bahasa Indonesia. Namun rata-rata untuk orang melayu kita bisa gunakan panggilan: "pak cik" untuk yang lebih tua laki-laki, sedangkan "mak cik" untuk perempuan yang lebih tua. Untuk etnis cina bisa memanggil "uncle" untuk yang laki-laki dan "aunty" untuk yang perempuan. Kalau untuk orang india belum begitu paham mesti dipanggil apa yang lebih akrab. Mungkin bisa meniru panggilan Upin Ipin yang ada di film barangkali.
 

Sabtu, 13 Desember 2014

Mendarat di Bandara KLIA 2

klia 2 malaysia
Sekilas suasana bandara KLIA 2 di Malaysia.
Memang belum semuanya, namun boleh dibilang di masa yang akan datang hampir semua maskapai penerbangan murah akan diarahkan ke Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2). KLIA 2 merupakan bandara ibukota Malaysia yang paling baru. Dibangun untuk menampung arus penumpang yang kian membludak setiap tahun. Jaraknya dari KLIA 1 kurang lebih 2 kilometer. Di sana sini masih tampak penyempurnaan bagunannya. Dari atas pesawat sebelum mendarat, kita bakal tahu bahwa bandara ini sudah dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi kemajuan kota dan persaingan bisnis antar negara di masa depan. Selain luas dan lahan-lahan yang mendukung karena merupakan perkebunan sawit, tentu saja pembebasan lahan lebih mudah. Kontur tanah di sana juga berbeda dengan kontur tanah bandara Soekarno Hatta (SHIA) atau Juanda di Surabaya. Kontur tanah Kuala Lumpur lebih mirip kontur tanah di kota-kota di Pulau Sumatera. Mudah ditelusuri dari letak geografisnya. Kalau soal keren, jangan ditanya lagi. Sudah pasti lebih keren dari bandara Soekarno Hatta kecuali mungkin terminal 3 yang sedang digenjot selesai pembangunannya.

Mendarat di KLIA 2

Jika tidak ada saudara atau teman yang menjemput dengan kendaraan pribadi, saat tiba di KLIA 2 ada beberapa alternatif angkutan umum mengantar kita ke pusat kota:
  • Bus bandara
  • Kereta cepat
  • Taksi
Taksi harganya relatif mahal. Ke pusat kota (Kuala Lumpur) bisa di atas Rp 400.000 kecuali kita naiknya bertiga. Kalau sendiri rasanya terlalu memberatkan sebab kurs rupiah vs ringgit memang sudah timpang jauh. Saat ini kurs rupiah ringgit kurang lebih Rp 3.600 per 1 ringgit. Kalau pas ada teman atau bertiga dan satu tujuan, kita bisa langsung naik taksi patungan.

Naik kereta cepat semacam komuter (express train) bisa menjadi solusi. Selain paling cepat sekitar 30 menit, harganya juga lebih murah sekitar Rp 100.000 sekali jalan. Kita bisa turun di terminal atau stasiun yang namanya KL Sentral. KL Sentral ibarat Stasiun Gambir di Jakarta Pusat. Cuma beda jauh. Kalau Stasiun Gambir itu terlalu kecil, kumuh dan kurang lengkap. KL Sentral lebih bagus hampir mirip mal. Memang sepertinya baru selesai direnovasi. Dari KL Sentral kita bisa naik monorel ke beberapa wilayah di Kuala Lumpur. Tarifnya pun murah sekitar Rp 10.000 (2 ringgit). Selain monorel juga bisa naik bus kota ke beberapa tempat tujuan, kereta cepat (komuter), taksi, dsb.
bus bandara klia 2
Bus bandara di KLIA 2.
Bus bandara tentu saja jauh lebih murah. Tarifnya sekitar Rp 40.000 (12 ringgit) untuk ke pusat kota. Mahal murahnya sebenarnya tergantung ke mana kita akan pergi. Kalau mau menginap di daerah yang namanya Bukit Bintang, tentu saja akan diturunkan di suatu tempat untuk menyambung dengan kendaraan yang lebih kecil. Tentu tidak bayar lagi. Bahkan armada kecil ini bisa langsung mengantar kita ke hotel tujuan. Cukup kita menyebutkan nama hotelnya saja. Kuala Lumpur termasuk kota kecil dibandingkan Jakarta yang sangat luas. Jadi nama-nama hotel di beberapa tempat sudah dihafal oleh para pengemudi.

Bus di KLIA 2 terparkir dengan baik. Berangkat sesuai jadwalnya meski telat-telat sedikit. Lebih teratur dibandingkan bus Damri di Soekarno Hatta (SHIA) yang biasa bikin macet dan saling menyalip. Maklum bis Damri itu harus memutar-mutar dulu biar penuh penumpangnya. Bus bandara di KLIA 2 tidak ada tempat menaruh koper atau bagasi di dalam bus seperti bus Damri. Biasanya di depan dekat supir. Satu-satunya tempat menyimpan bagasi adalah di samping seperti bus antar kota di Indonesia.

Langsung ke Genting Highland?

Seringkali bagi mereka yang benar-benar tujuannya untuk berjudi di kasino, biasanya dari KLIA 2 akan langsung naik bus bandara ke Genting Highland. Bus ini tentu dioperasionalkan oleh Genting Berhad. Masing-masing bus dioperasionalkan oleh perusahaan-perusahaan yang berbeda. Oya, sedikit informasi bahwa singkatan SDN BHD di beberapa nama perusahaan di Malaysia artinya adalah Sendirian Berhad. Bukan sekolah dasar negeri loh. Kalau di Indonesia itu adalah semacam Perseroan Terbatas (PT). Dengan kata lain adalah perusahaan swasta nasional, kurang lebih begitu.

Kalau memang ingin langsung ke Genting, saran kami ambil penerbangan paling pagi. Bila perlu jam 7 pagi atau paling telat jam 9 pagi sudah sampai Kuala Lumpur. Dengan demikian punya banyak waktu di Genting sehingga bisa mendapatkan kamar hotel. Selalu ingat bahwa tas-tas yang berat bisa sedikit merepotkan. Meski di Genting ada tempat penitipan tas semacam loker tetapi letaknya sedikit membingungkan bagi yang baru pertama kali tiba serta ukurannya yang terbatas. Sewa loker bukan murah juga. Jangan sampai di sana sini kita terus mengeluarkan uang padahal belum dapat uang dari kasino. Betul tidak?

Koper besar yang kaku, tidak bisa ditekuk-tekuk rasanya sulit dimasukkan ke loker. Meski ada loker ukuran jumbo tetapi tetap tidak muat. Besarnya loker ini karena tingginya bukan karena luasnya. Tetapi kalau membawa stik golf dan sarungnya pasti muat. Mengerti maksud kami? Jadi besarnya ini lebih karena bentuk persegi panjang, bukan bujur sangkar.

Saran kami menginaplah di salah satu hotel yang ada di pusat kota terlebih dulu. Nikmati suasana malam kota Kuala Lumpur. Tarif hotel juga banyak yang murah-murah seperti penginapan. Kurang lebih 70 atau 90 ringgit. Dikurskan ke rupiah paling Rp 300.000 per malam. Ya lumayan lah buat memejamkan mata. Namun bagi yang banyak duit bisa juga menginap di banyak hotel bintang berkelas mulai dari tarif Rp 1 juta hingga Rp 10 juta.

Menurut kami, paling enak menginap di hotel yang dekat dengan beberapa wilayah seperti Petaling Jaya, KL Sentral, Pudu Sentral, Bukit Bintang, Alor Street, dsb. Bila perlu semuanya bisa ditempuh cukup berjalan kaki santai saja. Alor Street bisa sangat menyenangkan karena di sana pada malam hari banyak sekali penjual makanan yang bisa memanjakan lidah kita. Banyak turis dari berbagai negara makan minum ngebir di sana. Soal enak atau tidak menurut kami relatif. Tidak enak-enak amat seperti di Indonesia. Namun soal durian apalagi yang namanya Musang King, tak boleh dilewatkan. Ini benar-benar enak dan susah dicari tandingannya. Satu biji sekitar Rp 80.000. Jangan lupa mencobanya sambil foto-foto bila perlu.

Yang pasti usahakan dapat hotel yang memadai terlebih dulu selepas dari bandara. Nanti sore sudah bisa jalan-jalan ke mal seperti Pavilion, Berjaya, Sungai Wang atau ke Petronas. Jika memiliki kartu kredit atau fasilitas booking hotel online, bisa pesan langsung lewat internet. Harganya pasti jauh lebih miring. Oke, gitu aja seputar mendarat di KLIA 2. Berikutnya kami akan menceritakan sekilas soal Kuala Lumpur dan selanjutnya adalah soal Genting Highland. Tetaplah bersama kami karena ada sebuah ilmu berharga yang ingin kami bagikan. Apalagi kalau bukan soal kasino dan judi...
 

Kamis, 11 Desember 2014

Jalan-Jalan ke Malaysia

jalan jalan ke malaysia
Jalan-jalan ke Malaysia.
Satu bulan tanpa tulisan dan cerita sepakbola seperti yang kami katakan kemarin, juga karena kami sedang berliburan. Tepatnya ke negeri jiran Malaysia. Sudah pasti tidak ketinggalan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di Asia yakni Genting Highland. Jangan berpikir selalu berhubungan dengan yang namanya kasino meski di sana ada kasinonya. Kami murni berekreasi meski sempat iseng-iseng mengadu peruntungan di sana. Sebagai hadiah atau oleh-oleh selama tiga minggu vakum tersebut, inilah ulasan dari kami yang dijamin pasti menambah ilmu dan wawasan. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan rujukan bagi yang belum pernah ke Malaysia khususnya Kuala Lumpur.

Malaysia, Here We Come!

Jika sudah 2 tahun kita tidak pernah ke Kuala Lumpur, pasti akan terasa banyak perubahan bahkan sedikit membingungkan. Kemarin saja kami menemukan banyak perubahan. Mulai dari suasana dan tatakota, pembangunan MRT di Kuala Lumpur, bandara yang baru (KLIA 2) bahkan termasuk tempat liburan Genting Highland yang sedang berbenah.

Kami berangkat menggunakan pesawat Lion Air. Untuk tiket PP (pulang pergi) satu orang kurang lebih Rp 1.000.000. Lebih murah ke luar negeri daripada berliburan di dalam negeri. Berangkat dapat harga tiket sekitar Rp 380.000 dari Jakarta, sedangkan untuk pulang seharga Rp 580.000. Soal harga tiket pulang yang lebih mahal sebenarnya sudah biasa. Praktek bisnis memang selalu memberlakukan tarif demikian karena kita dipastikan membutuhkan tiket pulang. Otomatis berapapun harganya akan kita beli. Tak ubahnya seperti waktu kita mudik saat lebaran atau bagi rekan kita warga Tionghoa di acara Cen Beng alias sembahyang kubur. Waktu pulang ke kampung halaman masih terjangkau tetapi begitu arus baliknya bisa 2x lipat harga tiketnya.

Biar lebih aman dan lebih hemat, kami selalu beli tiket PP. Kami memastikan dulu kira-kira akan berlibur seberapa lama. Membeli tiket PP juga akan mencegah jika misalnya kita iseng-iseng ke kasino Genting lalu terjerembab dan kalah habis, toh masih bisa pulang ke Indo. Sebab tiket sudah kita miliki. Kurang lebih seperti itu pertimbangannya. Namun kalau kita punya banyak duit atau kartu kredit masih full limit, tentu tidak perlu dipermasalahkan. Yang harus Anda ketahui dalam membaca setiap ulasan kami adalah bahwa kami selalu menempatkan diri pada posisi bahwa kita hidup biasa-biasa saja atau uang itu susah dicari. Bagi Anda yang merasa bahwa uang itu gampang dicari atau punya orang tua koruptor, tentu tidak perlu terlalu mendengarkan saran kami. Sebab uang masih mengalir kencang ibarat kran air. Kalau kami sih, percuma bisa menghasilkan Rp 100 juta sehari sementara bisa menghabiskan Rp 105 juta. Ini sama saja bohong. Besar pasak daripada tiang.

Cukup Paspor, Tiket dan Uang Saku

Melancong ke negara-negara yang menjadi anggota ASEAN, sudah tidak membutuhkan visa. Cukup siapkan paspor, beli tiket serta sedikit uang saku. Pokoknya gampang. Uang saku ini tentu saja sudah termasuk uang menyewa kamar hotel, makan-makan, naik angkutan kota, beli oleh-oleh, dsb. Tiap orang bisa berbeda-beda kebutuhan uang sakunya. Kalau menginap di hotel mahal tentu saja semakin besar uang saku yang harus disediakan. Tetapi banyak kok hotel-hotel murah di Kuala Lumpur kurang lebih 70-90 ringgit semalam. Tentu ini hotel kelas penginapan.

Menurut kami, ke Singapore atau Malaysia tidak perlu membawa koper yang besar dan berat kecuali berkunjung ke beberapa negara sekaligus. Jangankan koper, tali pinggang serta beberapa peralatan elektronik pun bisa merepotkan. Akan diminta dicopot untuk diperiksa demi alasan keamanan. Jika terlalu banyak barang yang kita bawa ujung-ujungnya bisa menambah biaya bagasi. Koper atau tas yang memuat 3 lusin pakaian sudah lebih dari cukup apalagi jika kita berencana begitu turun dari KLIA 2 langsung ke Genting Highland. Belum tentu di Genting Highland akan mendapatkan kamar hotel. Lalu ke mana tas atau koper besar tersebut akan kita bawa? Sangat merepotkan. Memang ada loker yang bisa disewa dalam hitungan per 3 jam, tetapi ukurannya juga terbatas dan letaknya yang agak jauh dari beberapa lokasi yang mungkin ingin kita kunjungi. Kalau koper kita terlalu besar tidak akan muat. Loker tempat penyimpanan tersebut lebih cocok buat tas, bukan koper. Sebab koper susah ditekuk-tekuk.

Jangan lupa membawa sandal jepit. Kuala Lumpur sangat cocok buat dikelilingi dengan berjalan kaki. Beda 180 derajat dengan Jakarta yang macet, penuh debu dan polusi. Kuala Lumpur relatif masih segar udaranya karena memang jumlah penduduk yang lebih sedikit serta angkutan umum yang lebih bagus. Otomatis jarang orang berlomba-lomba membeli mobil seperti di Jakarta, Medan, Bandung atau Surabaya. Kalau di Indonesia semakin banyak mobil semakin merasa bangga meski harus kredit serta dikejar-kejar tukang tagih. Di Kuala Lumpur boleh dibilang model atau tampang mobil-mobil di sana sedikit kuno dibandingkan Indonesia. Taksinya pun mobil keluaran lama semua. Bukan berarti tidak ada orang kaya di sana melainkan mungkin orientasi atau achievement penduduk di sana berbeda dengan penduduk di Jakarta atau Surabaya. Ada orang yang merasa kalau punya mobil bagus baru bisa happy atau baru bisa mendapatkan pacar yang cantik. Padahal belum tentu juga demikian. Buktinya banyak pemuda bermodalkan sepeda motor namun pacarnya cantik ibarat model catwalk. Atau ada yang naik sedan mewah tetapi mukanya sedih sementara banyak yang bercanda tawa di dalam angkot atau bus kota. Lha, ini karena apa?

Saran kami, belilah sandal jepit murah dan ringan buatan China yang mirip produk Crocs. Tapi jangan beli Crocs bajakan loh. Mirip boleh asal mereknya berbeda. Tidak bagus - meski merupakan kejahatan - meniru atau melanggar hak cipta karena sama saja menyengsarakan generasi sendiri. Nanti percuma sekolahin anak kita pintar-pintar hingga ke Amerika atau Australia untuk menemukan ini dan itu toh ujung-ujungnya juga akan dibajak orang. Buat apa? Lingkaran setan. Menurut kami beli sandal atau sepatu tidak perlu mahal-mahal karena untuk diinjak-injak bahkan bisa menginjak kotoran anjing. Asal nyaman dipakai dan terlihat keren, sudah lebih dari cukup. Mengikuti tren atau biar dipuja-puja orang tidak akan pernah ada habisnya. Ini masuk perangkap permainan psikologis manusia (gengsi) atau masuk perangkap orang-orang marketing.

Bersambung.....
 
 
Website bola ini didesign oleh Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes